Rabu 28 Agustus 2019, 18:00 WIB

Indonesia-Iran Bahas Isu Strategis Konsuler

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Indonesia-Iran Bahas Isu Strategis Konsuler

Foto: Dok. Dit Konsuler Kemlu
Pertemuan antara Pemerintah Indonesia dan Iran pada The 5th Indonesia-Iran Consular Consultation di Yogyakarta. Foto: Dok. Dit Konsuler Keml

 

INDONESIA dan Iran mengadakan The 5th Indonesia-Iran Consular Consultation yang membahas berbagai permasalahan kekonsuleran seperti notifikasi dan akses konsuler cepat bagi warga negara Indonesia (WNI), pekerja migran tidak berdokumen, mutual legal assistance dan ekstradisi, hingga fasilitas visa bagi warga negara Iran.

Berdasarkan keterangan resmi, Rabu (28/8), pertemuan dibuka oleh Plt Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Winanto Adi. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan intensif yang dipimpin Direktur Konsuler Kementerian Luar Negeri, Prasetyo Hadi. Sementara itu, delegasi Iran dipimpin oleh Direktur Jenderal Konsular, Kementerian Luar Negeri Iran, Duta Besar Aliasghar Mohammadi.

Baca juga: Hulu Ledak Korea Utara Bisa Tembus Perisai Pertahanan Jepang

Agenda pertemuan melibatkan para pejabat dan perwakilan berbagai kementerian atau lembaga (K/L). Di antaranya, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, BNN, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Perhubungan, dan Perwakilan RI di Iran. Menurut Winanto, konsultasi merupakan forum yang tepat untuk menyelesaikan berbagai masalah kekonsuleran yang dihadapi kedua negara. Salah satu fokus strategis ialaj memperjuangkan perlindungan WNI di Iran, yakni Sutini, 25, yang menjalani hukuman. Pemerintah Iran menyambut permintaan pembebasan bersyarat sesuai prosedur.

Selain itu, diskusi juga membahas masalah kesejahteraan tahanan Iran dan Indonesia. Berikut, mekanisme fasilitasi guna memastikan akses konsuler berjalan dengan lancar dan teratur. Pemerintah Iran menyebut sekitar 66 orang narapidana asal Iran di Indonesia. Mereka berharap Indonesia mengabulkan permintaan pemindahan 30 tahanan, dengan rincian 28 pria dan 2 perempuan.

Dalam pembahasan repatriasi pengungsi Iran, terdapat pencari suaka asal Iran di Indonesia yang diperkirakan mencapai 363 pengungsi, dari total 14.000 pengungsi di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah membentuk Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri sejak Juli 2019, untuk memulangkan pengungsi. Mengingat lambannya proses resettlement di negara ketiga yang berlangsung 5- 8 tahun, akibat kebijakan negara penerima pencari suaka kurang kondusif.

Mewakili pemerintah Iran, Mohammadi menyambut baik langkah Indonesia untuk segera memfasilitasi kepulangan pengungsi Iran. Terutama bagi pencari suaka yang mendapat status final rejection. Delegasi Iran juga akan mengunjungi penampungan pengungsi pencari suaka asal Iran di tempat penampungan sementara Kalideres, Jakarta.  

Dalam rangka memperkuat hubungan udara antara kedua negara, delegasi Iran menyampaikan permintaan untuk membuka jalur penerbangan Indonesia-Iran. Mereka mengajukan rute penerbangan langsung Taheran-Jakarta atau Taheran-Bali oleh maskapai Iran, Mahan Air. Maskapai tersebut melakukan penerbangan perdana chartered flight pada 19 Maret 2018.  Menanggapi permintaan Iran, Prasetyo mengatakan permohonan pengajuan rute penerbangan segera disampaikan kepada otoritas berwenang di Indonesia.

Kedua delegasi menyatakan keyakinannya, bahwa pertemuan konsuler memberikan kontribusi positif untuk memperkuat hubungan bilateral. Sekaligus, meningkatkan hubungan multi dimensi antar masyarakat bagi kepentingan bersama.

Menurut Koordinator Tim Teknis Pertemuan Konsuler RI-Iran, Boy Dharmawan, pertemuan turut membahas sejumlah topik penting terkait konsuler lainnya. Misalnya, permasalahan Visa dan bisnis visa, kemudian mekanisme akses dan notifikasi kekonsuleran, serta kontijensi evakuasi WNI di Iran. Topik lain ialah kerja sama narkotika, pemberian remisi, amnesti dan kasasi bagi tahanan kedua negara, berikut perkawinan campur WNI dan warga negara Iran.

Baca juga: AS Setujui Penjualan Rudal Antibalistik ke Jepang

Kedua pihak menyepakati sebagian besar isu yang dibahas, harus segera diselesaikan. Selanjutnya, perkembangan dipantau bersama, dan menjadi modalitas pembahasan berikutnya di Pertemuan Konsuler ke-6 yang diadakan di Taheran pada 2020.

Di akhir acara, kedua delegasi sepakat untuk menandatangani dokumen Official Report of the Meeting of the 5th Consular Consultation of The Republic of  Indonesia-The Islamic Republic of Iran, serta menindaklanjuti dokumen action plan sebagai tindak lanjut pertemuan konsuler. (OL-6)

Baca Juga

Juni Kriswanto / AFP

Sidang DK PBB Soal Palestina-Israel Berakhir Tanpa Hasil

👤Mediaindonesia 🕔Senin 17 Mei 2021, 20:40 WIB
Pertemuan virtual pada Minggu (16/5) yang diikuti oleh pejabat Israel dan Palestina itu diinisiasi oleh China, Norwegia, dan...
Metro TV/Prasetyo Prayogo

Kerja Sama Antar-Parlemen Dorong Hubungan Indonesia-Uzbekistan

👤Prasetyo Prayogo 🕔Senin 17 Mei 2021, 20:16 WIB
Menurut Gobel, kunjungan itu terjadi karena latar belakang dari penduduk Indonesia dan Uzbekistan yang mayoritas...
Ilustrasi

AS Rilis Laporan Kebebasan Beragama Internasional 2020

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:30 WIB
AS berkomitmen untuk membela kebebasan beragama dan berkeyakinan, sejak berabad-abad lalu dan berlanjut sampai hari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya