Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Sepanjang 2018, 821 Juta Orang di Dunia Kelaparan

Willy Haryono
16/7/2019 14:00
Sepanjang 2018, 821 Juta Orang di Dunia Kelaparan
Seorang anak Yaman yang mengalami malnutrisi dirawat di sebuah rumah sakit di Sanaa.(AFP/Mohammed HUWAIS)

PBB merilis laporan terbaru yang mencatat lebih dari 821 juta orang menderita kelaparan di seantero dunia pada tahun lalu. Tiga tahun berturut-turut sejak 2016, angka kelaparan global relatif meningkat.

Setelah sempat turun sejak beberapa dekade terakhir, angka penderita malnutrisi mulai meningkat pada 2015. PBB menyebut sebagian besar penyebabnya adalah perubahan iklim dan juga peperangan.

Menurunkan tren kenaikan tersebut merupakan salah satu target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB untuk 2030. Namun, PBB mengakui bahwa menciptakan dunia tanpa kelaparan masih tetap menjadi "tantangan berat" ke depan.

"Kita belum akan bisa menghapuskan sepenuhnya kelaparan pada 2030," kata David Beasley, Kepala Program Makanan Dunia (WFP), salah satu agensi PBB yang berkontribusi pada laporan terbaru.

"Tanpa ada ketahanan pangan, kita semua tidak akan bisa mencapai perdamaian dan stabilitas," lanjut dia.

Baca juga: Swedia Enggan Tandatangani Perjanjian Nuklir PBB

Ia menyayangkan media global secara umum masih lebih memilih memberitakan soal Brexit atau Donald Trump ketimbang kelaparan.

Dia memperingatkan bahwa sejumlah grup ekstremis memanfaatkan isu kelaparan dan mengontrol pasokan makanan sebagai senjata untuk memecah-belah masyarakat, atau merekrut anggota baru.

Laporan mengenai kelaparan ini, "The State of Food Security and Nutrition in the World," disusun Organisasi Makanan dan Agrikultur (FAO) serta beberapa agensi PBB lainnya, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Untuk menjaga keamanan pangan dan nutrisi, merupakan hal penting untuk menerapkan sejumlah kebijakan ekonomi dan sosial yang ideal, tanpa memangkas sektor-sektor penting seperti pendidikan dan kesehatan," sebut laporan tersebut, dilansir dari laman AFP, Senin (15/7).

"Transformasi struktural diperlukan untuk menolong kelompok-kelompok termiskin di dunia," lanjutnya.

Malnutrisi masih merupakan masalah serius di benua Afrika. Sekitar 20% dari total populasi di sana mengalami hal tersebut, sementara di Asia angkanya mencapai lebih dari 12%. Di Amerika Latin dan Karibia, angkanya di bawah 7%. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya