Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Desra Percaya, memimpin Konsultasi Bilateral (Konsbil) ke-6 antara RI dan Mesir, bersama Assistant Foreign Minister for Asia and Pacific Islands Kemlu Mesir, Hany Selim, di Kairo.
Selain meninjau perkembangan bilateral antar kedua negara di berbagai bidang, pertemuan juga bertukar pandangan terkait sejumlah isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Baca juga: Tentara Turki Dibunuh Pasukan Rezim Suriah
Di tengah dinamika kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis seperti saat ini, pertemuan bilateral dengan Mesir merupakan momentum yang penting. Mesir, lanjut Desra, memiliki posisi yang krusial dan strategis, dalam mengawal stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pertemuan menyepakati enam nota kesepahaman (MoU). Di antaranya terkait pembentukan Sidang Komisi Bersama, pembentukan Joint Trade Committee, kerja sama perikanan, kesehatan, energi dan pertahanan.
Untuk meningkatkan akses pasar bagi produk kedua negara, Indonesia dan Mesir sepakat membentuk Joint Feasibility Studies. Tujuannya ialah menjajaki pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) antara kedua negara.
“Kedua negara merupakan kekuatan ekonomi terbesar di kawasan masing-masing. Indonesia dapat memanfaatkan Mesir sebagai hub bagi akses pasar produk Indonesia ke Afrika dan Eropa serta Timur Tengah. Sementara Mesir dapat menjadikan Indonesia sebagai hub untuk masuk ke pasar ASEAN," ujar Desra dalam keterangan resmi, Jumat (28/6).
Terkait kerja sama investasi, Desra menyampaikan bahwa Mesir yang sedang menjalankan berbagai proyek pembangunan infrastruktur guna merealisasikan visi 2030, merupakan target potensial bagi outbound investment Indonesia di bidang konstruksi dan transportasi.
“Kita saat ini sedang mendorong BUMN Indonesia seperti PT WIKA dan PT INKA untuk tangkap peluang di Mesir. PT. WIKA yang ikut dalam kunjungan ke Mesir telah kita pertemukan langsung dengan mitra potensialnya di Mesir," imbuhnya.
Baca juga: Presiden Korsel Beri Selamat untuk Jokowi
Dalam pertemuan, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan proposal kepada Mesir untuk menjajaki kembali pembahasan Mandatory Consular Notification (MCN), yang meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia di Mesir. Sebagai langkah awal, kedua negara sepakat untuk bentuk tim dialog kekonsuleran guna membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama.
Mesir merupakan mitra ekspor tersebesar ke-26 bagi Indonesia. Pada tahun 2018, total nilai perdagangan RI-Mesir mencapai US$ 1,10 miliar, dengan surplus sebesar US$ 893,8 ribu bagi Indonesia. Warga negara Indonesia di Mesir berjumlah 7.991 orang, dengan 6.229 orang di antaranya adalah mahasiswa dan pekerja sektor Informal. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved