Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Organisasi HAM Mesir Selidiki Kematian Morsi

Denny Parsaulian Sinaga
18/6/2019 19:40
Organisasi HAM Mesir Selidiki Kematian Morsi
Mohamed Morsi(AFP)

DEWAN Revolusi Mesir (ERC) mendesak dilakukannya penyelidikan pihak ketiga yang independen atas kematian mantan Presiden Mohamed Morsi. Morsi meninggal Senin (17/6) dalam sebuah persidangan di pengadilan untuk kasus tuduhan mata-mata.

Dewan itu juga menuduh pemerintah Barat melakukan kemunafikan karena mendukung dan membantu rezim militer Abdel Fattah el-Sisi, yang menggulingkan pemerintahan Morsi yang terpilih secara demokratis pada 2013. Barat dinilai tetap diam atas pelanggaran HAM massal yang dilakukan oleh Sisi selama bertahun-tahun sejak kudeta militer .

"ERC menyerukan kepada semua organisasi hak asasi manusia dan semua pemerintah Barat untuk menekan rezim militer di Mesir untuk memperbolehkan dilakukannya penyelidikan oleh pihak ketiga yang independen atas kematiannya. Kami menyebut kematian itu adalah hasil dari kebijakan yang direncanakan oleh rezim militer," katanya badan itu dalam siaran pers.

“ERC mencatat secara kontras bagaimana pemerintah Barat, meskipun beretorika untuk memperjuangkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip demokrasi, memilih untuk mendukung rezim militer yang berkuasa yang ada di belakang pembunuhan, penyiksaan, dan pemerkosaan demi kepentingan pribadi yang sempit."

Organisasi itu, yang mewakili sejumlah gerakan oposisi Mesir di pengasingan, mengatakan bahwa pada akhirnya semua kediktatoran akan berakhir dan bahwa rakyat Mesir akan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas penindasan. Dan rakyat akan menghakimi Barat atas kemunafikan dan kekurangan mereka. tindakan dalam mendukung demokrasi Mesir dan mereka yang menentang tirani.


Baca juga: Wafat Saat Diadili, Morsi Dimakamkan di Kairo


"Presiden Morsi memilih untuk mengorbankan kebebasannya dan pada akhirnya mengorbankan hidupnya untuk membela hak-hak demokratis rakyat Mesir agar mengendalikan nasib mereka sendiri dengan berdiri melawan kudeta militer dan menolak untuk mundur untuk memberikan legitimasi atas kudeta militer," rilis ERC.

"Tidak mungkin ada pernyataan yang lebih benar dari kepercayaan pada demokrasi selain pengorbanan yang mulia dan tanpa pamrih seperti itu," disebut dalam rilis itu.

Morsi menjadi presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis pada 2012 dan digulingkan tahun berikutnya dalam kudeta militer oleh Sisi, yang saat itu adalah kepala staf militer Mesir. Setelah kudeta, Morsi dan pejabat senior Ikhwanul Muslimin ditangkap atas tuduhan yang banyak orang sebut sarat motivasi politik.

Sejak kudeta, rezim telah menindak semua jalur komunikasi dan oposisi, menangkap banyak pendukung Morsi dan Ikhwan serta mereka yang menentang kudeta. Selain itu juga lebih banyak yang terbunuh. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya