Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Serangan terhadap Aset Minyak Saudi Ganggu Pasokan Global

Tesa Oktiana Surbakti
01/6/2019 19:05
Serangan terhadap Aset Minyak Saudi Ganggu Pasokan Global
Raja Salman(AFP)

PENGUASA Arab Saudi, Raja Salman, menekankan serangan terhadap aset minyak di Saudi bulan lalu, mengancam pasokan minyak global dan keamanan regional. Dia pun menuding kelompok militan yang didukung Iran, sebagai dalang dari insiden tersebut.

"Serangan pesawat tanpa awak ke stasiun pompa minyak saudi oleh kelompok yang didukung Iran, tidak hanya mengancam keamanan kerajaan dan wilayah Teluk. Itu juga mengancam keamanan maritim dan pasokan minyak global," ujar Salman dalam pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Makkah, Arab Saudi, pada Sabtu (1/6) waktu setempat.

Pada Jumat (31/5) kemarin, Raja Salman mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) darurat negara-negara Teluk, dan kemudian memanggil para pemimpin Arab.

Pertemuan membahas serangan pesawat tanpa awak pada instalasi minyak di Saudi, serta serangan terhadap beberapa kapal taker minyak di lepas pantai Uni Emirat Arab. Raja Salman berpendapat perlunya tindakan tegas untuk menghentikan ancaman Iran di kawasan regional.

Riyadh menuding Teheran telah menginstruksikan serangan pesawat tanpa awak, yang diklaim kelompok Houthi berafiliasi dengan Iran. Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton, mengatakan bukti keterlibatan Iran dalam serangan kapal tanker, akan disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada awal pekan depan. Kendati demikian, Iran membantah keras tuduhan yang mengarah kepadanya.


Baca juga: OIC Youth Indonesia Tegaskan Kembali Kemerdekaan Palestina


Lebih lanjut, Raja Salman mengungkapkan KTT fokus memperkuat strategi untuk menghadapi ancaman agresif dan kegiatan subversif. Dia pun mengajak peserta KTT untuk bekerja sama demi masa depan negara-negara Arab dan Islam yang lebih baik.

Sementara itu, KTT 57 negara tidak dihadiri Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, namun diwakili Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.

Apabila Erdogan berpartisipasi dalam KTT, maka itu akan menjadi kunjungan pertamanya ke negara kerajaan sejak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Sang jurnalis tewas di Gedung Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018, yang menodai reputasi internasional Putra Mahkota Muhammad Bin Salman.

Pertemuan OKI merupakan pertemuan puncak ketiga dan terakhir yang diselenggarakan Arab Saudi pekan ini. Raja Salman juga menyoroti masalah Palestina yang menjadi isu penting bagi negara-negara OKI. Kerajaan, lanjut dia, menolak tindakan apa pun yang menyentuh posisi historis dan hukum Yerusalem Timur. (Theguardian/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik