Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Reiwa, Awal Suksesi Kekaisaran Jepang

Tesa Oktiana Surbakti/AFP/X-7
02/4/2019 08:45
Reiwa, Awal Suksesi Kekaisaran Jepang
ERA BARU KEKAISARAN JEPANG: Warga berjalan di depan layar yang menayangkan siaran televisi pengumuman karakter kanji untuk menunjukkan nama(AFP/KAZUHIRO NOGI)

KAISAR Akihito, 85, akan turun takhta pada 30 April mendatang. Ia menjadi raja Jepang pertama yang turun takhta setelah memerintah selama dua abad. Tongkat estafet kepemimpinan pun bergulir kepada Pangeran Mahkota Naruhito. Era baru pemerintahan Kaisar Naruhito itu diberi nama Reiwa. Nama era baru ini tentu saja menjadi momentum bersejarah.

Reiwa terdiri atas dua karakter. Rei bermakna ketertiban dan keberuntungan, sedangkan Wa biasanya diterjemahkan sebagai perdamaian dan harmoni.

Pengumuman nama era baru Reiwa setelah melalui diskusi rahasia dan beragam spekulasi dalam beberapa pekan terakhir. Penentuan nama baru dilakukan dalam panel sangat tertutup. Salah satu anggota ialah pemenang penghargaan Nobel.

Pasalnya, pemilihan nama kekaisaran harus mengikuti panduan ketat. Nama itu seharusnya terdiri atas dua karakter kanji sehingga mudah dibaca dan ditulis. Pun, tidak menggunakan nama umum atau karakter pertama dari empat era terakhir, yakni Heisei, Showa, Taisho, dan Meiji.

Spekulasi mengenai nama era baru kekaisaran sempat berkembang luas di jejaring sosial. Untuk mencegah kebocoran, panel sembilan anggota diadakan di ruang khusus Kantor PM Jepang. Alat telekomunikasi mereka pun disita.

"Sama seperti bunga plum yang mekar penuh, menandakan kedatangan musim semi setelah musim dingin menyakitkan. Setiap orang Jepang dapat berharap untuk masa depan lebih baik serta membuat bunga mereka sendiri mekar," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Istilah tersebut, lanjutnya, berasal dari Manyoshu, sebuah antologi puisi Jepang pada 1.200 tahun lalu yang melambangkan budaya mendalam dan tradisi panjang bangsa Jepang.

Pengumuman nama era baru Kekaisaran Jepang ialah peristiwa besar yang ditandai edisi surat kabar khusus, pertunjukan kaligrafi, dan perayaan publik. Nama baru itu berdampak besar pada kehidupan sehari-hari. Publik cenderung mengingat peristiwa besar dalam kehidupan mereka.

Publik Jepang memperingati pengumuman era baru kekaisaran dengan berbagai cara. Sebuah perusahan sake menawarkan botol vintage dari tahun pertama era Heisei (1989) kepada siapa pun yang berhasil menebak dengan benar nama era baru kekaisaran. Di lain sisi, sebuah hotel menandai momentum tersebut dengan menjual burger daging sapi wagyu ukuran 3 kg yang disajikan di antara roti emas dan dibanderol US$900.

Jepang memiliki sekitar 250 era sejak mengadopsi sistem pada abad ke-7. Namun, pengumuman era baru kali ini benar-benar memusingkan para penerbit kalender yang menampilkan tanggal versi kekaisaran dan Barat. (Tesa Oktiana Surbakti/AFP/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik