Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
JEPANG, untuk pertama kalinya pada bulan depan, akan mencabut perintah evakuasi di salah satu dari dua kota tempat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima berada. Hal itu diungkapkan para pejabat, Selasa (26/3).
''Pemerintah berencana mencabut perintah itu di sebagian Kota Okuma pada 10 April,'' kata pejabat kantor kabinet Yohei Ogino kepada AFP.
Ini akan menjadi pertama kalinya pemerintah mencabut perintah evakuasi di Okuma dan Futaba, tempat pembangkit nuklir Fukushima Daiichi berada.
Wali Kota Okuma Toshitsuna Watanabe menggambarkan keputusan itu sebagai langkah yang sangat disambut baik.
"Kami akan dapat mengambil langkah pertama ke depan (menuju rekonstruksi) delapan tahun kemudian," kata Watanabe.
Pada Maret 2011, tsunami besar yang disebabkan gempa menghantam Jepang. Peristiwa ini menewaskan lebih dari 18 ribu orang dan memicu kecelakaan nuklir terburuk dalam satu generasi.
Baca juga: WNI Jadi Korban Penusukan di Jepang
Pemerintah Jepang telah mencabut perintah evakuasi di sebagian besar wilayah yang terkena dampak krisis sehingga memungkinkan warga untuk kembali.
Tetapi tidak semua orang dapat diyakinkan. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada Februari oleh harian Asahi Shimbun dan penyiar lokal Fukushima KFB menemukan bahwa 60% penduduk wilayah Fukushima masih mencemaskan bahaya radiasi.
Tidak ada catatan resmi tentang korban meninggal akibat radiasi dari kecelakaan itu. Tetapi, tahun lalu pemerintah, untuk pertama kalinya, mengakui kematian seorang pria akibat kanker. Pria ini terlibat dalam pembersihan Fukushima.
Menurut data pemerintah, lebih dari 3.700 orang, mayoritas berasal dari Fukushima, telah meninggal karena sakit atau bunuh diri terkait tragedi itu.
Hingga akhir Februari, sekitar 52.000 orang tetap mengungsi karena perintah evakuasi atau karena mereka tidak mau kembali. Data menurut Badan Rekonstruksi Jepang. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved