Minggu 03 Maret 2019, 12:30 WIB

Gelar Kampanye Perdana, Sanders Sebut Trump Berbahaya

Willy Haryono | Internasional
Gelar Kampanye Perdana, Sanders Sebut Trump Berbahaya

CHIP SOMODEVILLA/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP

 

SENATOR asal Vermont, Amerika Serikat (AS), Bernie Sanders bertekad mengalahkan presiden petahana Donald Trump dalam pemilihan umum presiden AS 2020. Menurut Sanders, Trump adalah presiden paling berbahaya dalam sejarah AS di era modern.

Pernyataan itu dilontarkan Sanders dalam pidato di acara kampanye perdananya di New York sebagai kandidat calon presiden. Sebelum mendepak Trump, Sanders optimistis dapat mengalahkan sejumlah kandidat capres lainnya dari Partai Demokrat.

"Saya ingin berterima kasih kepada kalian semua yang datang di acara kampanye ini. Kita tidak hanya akan memenangkan nominasi (capres) Demokrat, kita juga akan mengalahkan Donald Trump, presiden paling berbahaya dalam sejarah Amerika di era modern," tutur Sanders di hadapan ribuan orang di Brooklyn, seperti dikutip dari laman AFP, Sabtu (2/3).

"Dengan bantuan kalian semua, kita akan mengubah negara ini dan menciptakan perekonomian dan pemerintahan yang bermanfaat bagi semua, tidak hanya untuk segelintir orang," lanjut dia.

Baca juga: Lavrov Tuding AS Lakukan Intervensi di Venezuela

Salah satu fokus Sanders adalah "menyuarakan dengan tegas bahwa prinsip-prinsip dasar pemerintahan AS tidak akan didasarkan pada keserakahan, kebencian, dan kebohongan."

Brooklyn dipilih menjadi tempat kampanye untuk menekankan cerita pribadinya di masa lalu. Sanders mengaku berasal dari keluarga imigran yang tumbuh besar di lingkungan kurang mampu.

"Saya tidak punya ayah yang memberikan saya jutaan dolar untuk membangun gedung pencakar langit, kasino, atau kelab," sebut Sanders, menyindir Trump.

"Dan saya juga tidak terlahir di keluarga yang memberikan uang US$200 ribu per tahun saat saya masih berusia tiga tahunm" tambahnya.

Ini merupakan percobaan kedua Sanders dalam pilpres AS, setelah sebelumnya dikalahkan Hillary Clinton dalam nominasi Demokrat. Sanders sempat dianggap terlalu radikal di internal Demokrat, namun kini dirinya sudah dapat lebih diterima.

Untuk menjadi capres, Sanders harus mengalahkan sejumlah nama besar dalam nominasi Demokrat. Nama-nama itu di antaranya Elizabeth Warren, Kamala Harris, Cory Booker, Kirsten Gillibrand, dan Julian Castro. Joe Biden, mantan wakil presiden di era pemerintahan Barack Obama, juga diprediksi akan ikut bergabung dalam kontestasi. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

dok.AFP

Gesekan Antaragama Kembali Memanas di India

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 29 Juni 2022, 14:52 WIB
KORBAN dibunuh lantaran mendukung seorang mantan pejabat partai yang berkuasa yang pernyataannya tentang Nabi Muhammad dan memicu protes...
Genya SAVILOV / AFP

Puluhan Pengunjung Mal di Kremenchuk, Ukraina, Dilaporkan Hilang

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 29 Juni 2022, 12:42 WIB
Otoritas Ukraina mengatakan, 36 orang hilang setelah rudal Rusia menyerang bangunan tersebut dan menewaskan 18...
AFP/IRNA.

AS dan Iran Mulai Bahas Kesepakatan Nuklir di Qatar

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 12:20 WIB
Harga minyak yang tinggi dan kurangnya kapasitas cadangan juga merupakan peluang bagi Iran untuk mendorong keringanan sanksi ekonomi yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya