Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Iklan Kampanye Antivaksin di YouTube Dihapus

Ellavie Ichlasa Amalia
23/2/2019 09:58
Iklan Kampanye Antivaksin di YouTube Dihapus
(AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)

YOUTUBE telah menghapus iklan dari video yang mempromosikan kampanye antivaksin, menyebut konten itu sebagai sesuatu yang berbahaya. YouTube mengonfirmasi hal ini pada BuzzFeed News setelah media itu menghubungi tujuh perusahaan yang tidak sadar bahwa iklan mereka ditampilan di video antivaksin.
 
Ini adalah salah satu cara yang telah YouTube lakukan untuk membatasi konten teori konspirasi dan konten bermasalah lain di platform mereka. Contoh akun anti-vaksin yang kini tidak lagi mendapatkan uang dari iklan adalah LarryCook333 dan VAXXED TV dan juga kanal "pengobatan alternatif" iHealthTube, lapor The Verge. Secara keseluruhan, ketiga kanal itu memiliki total pengikut sebanyak 473 ribu orang.

Baca juga: Misi Bulan Pertama Israel Diluncurkan dari Florida
 
"Kami memiliki peraturan ketat yang mengatur video seperti apa yang boleh menampilkan iklan, dan video yang mempromosikan konten anti-vaksin melanggar peraturan itu," ujar juru bicara YouTube.

Cara lain yang YouTube lakukan untuk menghindari penyebaran misinformasi tentang vaksin adalah menampilkan tautan artikel Wikipedia ke beberapa pencarian video yang akan menampilkan konten antivaksin.

Setidaknya satu dari tujuh perusahaan yang BuzzFeed hubungi mengaku bahwa mereka telah menarik iklan mereka dari YouTube, Perusahaan penjual vitamin Vitacost mengatakan bahwa mereka melakukan itu karena skandal lain terkait pedofil dan predator anak yang memanfaatkan kolom komentar YouTube untuk berkomunikasi.
 
Bulan lalu, YouTube menyebutkan bahwa mereka akan membatasi jangkauan video teori konspirasi secara umum. Mereka melakukan itu karena ada kekhawatiran bahwa algoritma video yang mereka gunakan justru mengajarkan para pengguna tentang ideologi ekstrem.
 
Belum lama ini, sebuah studi menunjukkan bahwa 29 dari 30 orang yang percaya Bumi datar memercayai hal itu setelah mereka menonton video konspirasi di YouTube. (Medcom.id/OL-6)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya