Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Wilayah California akan Dilanda Badai Ganas

Tesa Oktiana Surbakti
03/2/2019 08:00
Wilayah California akan Dilanda Badai Ganas
Beberapa mobil berusaha melewati jalanan yang tertutup banjir karena badai hujan di Los Angeles, California pada 2 Februari 2019.Hal ini dinilai tidak wajar dimana seharusnya Califonia memasuki musik kering.(Mark RALSTON/AFP)

CUACA dingin ekstrem akibat pusar­an kutub (polar vortex) yang menghantam sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan penurunan.

Badan Cuaca Nasional (NWS) melaporkan, di beberapa tempat yang suhunya bisa mencapai minus 49 derajat Celsius, saat ini meningkat ke angka 7-11 derajat Celsius.

Pakar Meteorologi NWS Brian Hurley dikutip Sky News Jumat (1/2) waktu setempat menyatakan, cuaca dingin ekstrem itu memang tidak menghilang, tetapi mengalami penguapan.

“Jadi, di Chicago, kemungkinan kita bakal melihat suhu yang awalnya minus 29 derajat Celsius pada Kamis (31/1) menjadi 10 derajat Celsius,” ucap Hurley.

Beberapa wilayah barat tengah dan pesisir timur Amerika Serikat (AS) mulai menghangat setelah dilanda suhu dingin ekstrem pusaran kutub (polar vortex), wilayah California bersiap menghadapi badai ganas yang berpotensi mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

Sinar matahari muncul di Los Angeles pada Jumat sore waktu setempat. NWS mencatat suhu udara berada pada level minus 15 derajat Celsius. Hujan diprediksi akan turun terus-menerus hingga Sabtu (2/1) malam.

“Badai kali ini terbilang dahsyat, datang dari bagian timur Samudra Pasifik melalui California Selatan,” ujar ahli meteorologi NSW, Rich Thompson.

NSW memperkirakan curah hujan hingga 7,6 cm di wilayah pesisir, sedangkan di wilayah ­lembah dan pegunungan sekitar 18 hingga 20 sentimeter. Di lain sisi, wilayah California ­Tengah dan California Utara akan dilanda hujan dan angin kencang.

Lebih lanjut, Thompson mengatakan pihaknya berharap hujan tidak turun berkelanjutan sebab hujan yang turun signifikan bisa menyebabkan tanah longsor di sejumlah daerah terdampak kebakaran hutan besar akhir tahun lalu.

“Ada kemungkinan potensi aliran sampah dan lumpur. Berikut kecelakaan lalu lintas dan banjir di wilayah perkotaan. Hal-hal seperti itu harus diantisipasi,” tukasnya seraya menambahkan potensi pohon tumbang akibat angin kencang.

Gelombang tinggi dan angin kencang juga meng­ancam keselamatan pelaut.
Pergerakan badai musim dingin turut menjadi masalah bagi wilayah yang mengalami kerusakan pascakebakaran hutan. Khususnya di wilayah kaki bukit dan pesisir Malibu yang dihitamkan Woolsey Fire pada November 2018.

Udara dingin ekstrem yang dikirim dari Arktik melalui aliran pusaran kutub, membuat sebagian besar wilayah AS membeku.

Bencana tersebut mengakibatkan puluhan korban jiwa, serta menutup layanan fasilitas umum, sekolah, dan pusat bisnis. (­Thestraitstimes/Tes/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya