Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA dingin ekstrem akibat fenomena Pusaran Kutub (Polar Vortex) yang melanda wilayah Amerika Serikat (AS), menyebabkan penutupan operasional fasilitas umum, sekolah, kantor pemerintahan dan pusat bisnis.
Berdasarkan otoritas berwenang, laporan korban jiwa akibat suhu dingin ekstrem terus meningkat. Setidaknya 21 orang meninggal dunia. Sejumlah rumah sakit pun melaporkan ratusan pasien yang terkena penyakit flu.
Chicago mencatatkan rekor suhu terendah sepanjang masa pada Kamis (31/1) pagi, sehingga dijuluki Chiberia. Suhu udara di kota terbesar negara bagian Illinois, turun drastis menjadi minus 21 derajat Fahrenheit, atau 10 derajat lebih dingin dari rekor 1985. Sementara itu, Rockford, yang tak jauh dari Chicago, mencatat rekor suhu terendah pada level minus 30 derajat Fahrenheit. Adapun suhu udara di wilayah Madison mencapai minus 26 derajat Fahrenheit.
Ketika suhu udara mulai menghangat di wilayah barat tengah AS, badai kemudian bergerak jauh ke timur. Kondisi Arktik pun menyebar ke area Buffalo hingga Brooklyn. Di New York bagian barat, badai parah menghasilkan salju dengan ketebalan 51 sentimeter.
Kasus kematian akibat cuaca ekstrem menyasar berbagai lapisan usia. Seorang kakek di Illinois jatuh saat berusaha masuk ke rumahnya. Sementara itu, seorang mahasiswa Universitas Iowa ditemukan tergeletak di belakang aula akademik. Adapun seorang pria tewas setelah menabrak penyapu salju di wilayah Chicago. Pasangan muda yang mengendarai SUV dilaporkan menabrak sebuah truk di ruas jalan bersalju di Indiana utara.
Baca juga: Januari Tercatat Sebagai Bulan Terpanas di Australia
Udara dingin yang ekstrem juga menyebabkan puluhan orang dirawat di rumah sakit Minnesota. Layanan kesehatan Hennepin di Minneapolis menyatakan 22 pasien mengalami radang dingin. Sedangkan di Illinois, jumlah pasien yang masuk ke ruang gawat darurat mencapai 144 orang. Mayoritas pasien cedera akibat suhu ekstrem selama dua hari terakhir.
Beberapa wilayah di bagian barat tengah AS diperkirakan mulai menghangat akhir pekan ini. Perubahan suhu nantinya terbilang drastis. Suhu di Illinois bisa naik hingga 80 derajat dalam beberapa hari. Penduduk di Chicago berharap aktivitas dapat kembali normal dalam waktu dekat. Pada Rabu lalu, Chicago menyerupai kota mati karena sebagian besar kantor meliburkan karyawan mereka.
Selain risiko keselamatan dan fisik menjadi lebih rentan, cengkraman musim dingin juga berdampak buruk terhadap infrastruktur, menghentikan layanan transportasi dan air, serta mematikan aliran listrik. Puluhan jalur kereta api diesel jaringan komuter Metra terpaksa dipanaskan dengan gas api. Tidak seperti jalur kereta api listrik pada umumnya.
Di Detroit, puluhan pipa air membeku. Sebagian besar kabel listrik di bawah tanah sekitar 1,5-1,8 meter, sehingga tidak terlalu terdampak karena di bawah garis beku. Akan tetapi, penurunan suhu drastis berpotensi mengganggu jaringan kabel listrik bawah tanah.
Pihak berwenang sudah memberi peringatan suhu yang menghangat dapat menimbulkan persoalan sendiri. Di Michigan, salju yang meleleh ditambah hujan, berpotensi menyebabkan luapan air di Sungai Muskegon. Siklus beku-mencari juga membahayakan infrastruktur jalan dan jembatan. Begitu juga terhadap operasional pipa air. Setelah salju mencari, sejumlah kendaraan muncul dengan kondisi ban kempes dan pelek yang bengkok. (Theguardian/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved