Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
FACEBOOK menghapus ratusan akun, halaman dan grup asal Indonesia dari jejaring sosialnya. Manajemen Facebook melakukan penyisiran terhadap unggahan yang terindikasi sebagai berita palsu dan sarat kebencian.
Sebelumnya, kepolisian Indonesia mengungkap keberadaan sindikat penyedia jasa konten kebencian terkait suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang dikenal Saracen pada 2016 lalu. Tiga anggotanya ditangkap karena dicurigai mendapat bayaran untuk menyebarkan berita provokatif melalui jejaring sosial.
"Sejumlah akun dan halaman (yang dihapus) secara aktif bekerja untuk Saracen, sehingga menyamarkan keberadaan grup tersebut. Saracen merupakan sindikat daring di Indonesia," ujar Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook, Nathaniel Gleicher, Jumat (1/2).
Lebih lanjut, Gleicher mengungkapkan jumlah halaman dan akun yang dihapus mencapai 170 ribu pengguna di Facebook. Tidak hanya itu, sebanyak 65 ribu akun di Instagram juga telah dihapus.
"Kami mengambil tindakan ini karena ada motif penipuan yang terkoordinasi, bukan hanya karena konten yang mereka bagikan," imbuhnya.
Baca juga: Facebook Hapus Akun dan Halaman Terkait Militer Myanmar
Saracen diketahui mengunggah berbagai materi yang berkaitan dengan isu agama dan etnis, berikut berita palsu yang memfitnah pejabat pemerintahan.
Penyelidik kepolisian Indonesia mengungkapkan temuan tranfer uang sebesar US$5 ribu yang mengalir ke Saracen. Dana itu sebagai bayaran kepada para tersangka yang menyebarkan pemberitaan palsu. Meski sejumlah tersangka sudah ditangkap, namun mereka tidak pernah mengonfirmasi keberadaan kelompok tersebut.
Indonesia memiliki polulasi 260 juta orang dengan beragam etnis. Pemerintah Indonesia pun memprioritaskan persatuan, seiring maraknya isu minoritas agama di tengah negara berpenduduk mayoritas Muslim. Pada April mendatang, Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) presiden.(Channelnewsasia/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved