Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

12 Orang Meninggal akibat Cuaca Dingin Ekstrem di AS Barat-Tengah

Antara
31/1/2019 18:55
12 Orang Meninggal akibat Cuaca Dingin Ekstrem di AS Barat-Tengah
( (Photo by JOSHUA LOTT / AFP))

EMBUSAN udara mengandung es dari kutub utara membawa suhu rendah yang mematikan di Amerika Serikat bagian barat-tengah pada Rabu (30/1) waktu setempat dan menyebabkan tigaorang lagi meninggal dunia, jasa pos tertunda dan memaksa warga yang merasa tangguh menghadapi musim dingin untuk berhimpitan di dalam ruang.

Sekolah-sekolah diliburkan pada Rabu dan Kamis (31/1) di seluruh bagian barat-tengah, termasuk Chicago, wilayah ketiga terbesar untuk sistem sekolah di AS.

Polisi memperingatkan risiko kecelakaan yang lebuh tinggi pada jalan raya yang berlapis es sementara di Michigan pemerintah mengumumkan seluruh kantor pemerintah masih ditutup hingga Kamis.

Dalam keadaan yang sangat jarang, pelayanan jasa pos harus mengesampingkan semboyan mereka 'baik salju atau hujan, malam atau gelap' tidak akan menghentikan atau menunda pengiriman dari daerah-daerah di seluruh Dakota hingga Ohio.

Sedikitnya selusin kematian dilaporkan terjadi berkaitan dengan udara yang luar biasa dingin sejak Sabtu di Michigan, Iowa, Indiana, Illinois, Wisconsin, dan Minnesota, menurut pihak berwenang dan laporan media.


Baca juga: Amerika Serikat Hadapi Suhu Udara Terdingin


Petugas kepolisian Illinois menyelamatkan 21 orang yang terdampar di atas bus sewaan yang rusak di tengah suhu nol derajat di dekat Auburn karena bensin kendaraan menjadi kental.

Di Detroit seorang pria berumur 70 tahun ditemukan meninggal di jalan raya kawasan permukiman pada Rabu, kata perempuan juru bicara kepolisian. Sekitar 24 km di selatan di daerah Ecorse, mantan anggota dewan kota yang berumur 70-an yang hanya memakai baju tidur juga didapati meninggal pada Rabu.

Selain itu seorang mahasiswa dari universitas Iowa ditemukan meninggal di luar gedung kampus pada Rabu pagi, menurut pernyataan pihak sekolah.

Kematian mahasiswa Gerald Belz diyakini sebagai akibat cuaca buruk. Jalan  raya di Chicago lengang nyaris kosong, hanya sedikit orang berjalan di tengah udara dingin yang menyakitkan dan suhu menurun hingga minus 28 derajat Celsius.

"Sangat mengerikan," kata Pasquale Cappellano, 68, seorang pelayan sambil merokok dan duduk menunggu bus jurusan Chicago Utara.

"Saya harus mengambil obat di Walgrens, bila tidak ada kepentingan saya tidak akan keluar." Dalam usara yang membekukan (minus 26 derajat Celsius) di Minneapolis, Brian Pierce berspekulasi keluar rumah dan melihat mobil-mobil tergelincir.

Menuju timur Angin dingin yang membekukan mulai mengarah ke timur pada Rabu petang dan menerjunkan suhu udara di tempat tersebut.

Ribuan penerbangan mendekati dua pertiga jumlah yang terjadwal pada Rabu telah dibatalkan untuk terbang atau pun tiba di bandara O'Hare dan Chicago Midway.

Para penumpang kereta Amtrak juga mengalami penundaan seluruh perjalanan masuk dan keluar Chicago pada Rabu. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya