Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria Rusia yang gagal membajak sebuah pesawat milik maskapai Aeroflot ditahan polisi, Selasa (22/1), setelah pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di Siberia.
Penumpang tersebut, yang mengaku bersenjata, berusaha masuk ke kokpit dalam penerbangan dari Kota Surgut, Siberia, ke Moskow dan menuntut penerbangan SU 1515 Aeroflot mengubah jalur penerbangan dan terbang ke Afghanistan, menurut kantor-kantor berita Rusia.
Kemudian ternyata dia hanya menggertak dan tidak bersenjata.
Saluran televisi negara Rossiya-24 memperlihatkan rekaman mengenai sejumlah petugas keamanan yang mengenakan penutup muka menahan pria itu di dalam pesawat dan membawanya keluar dengan tangannya diborgol.
Baca juga: Turki Rencanakan Penyelidikan Internasional
"Para penumpang dan awak pesawat di pesawat turun dengan selamat dan tanpa luka-luka," kata Aeroflot dalam pernyataannya.
Insiden-insiden mabuk yang melibatkan penumpang pada penerbangan komersial di Rusia cukup umum, walau tidak biasa terjadi dalam penerbangan yang meminta rutenya dialihkan.
Komite Investigasi Rusia mengatakan pihaknya telah membuka penyelidikan atas pria tersebut yang menghadapi tuduhan pembajakan sebuah pesawat dengan mengancam menggunakan kekerasan Jika terbukti bersalah, pelakunya akan dijatuhi hukuman penjara antara tujuh hingga 12 tahun. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved