Rabu 23 Januari 2019, 05:00 WIB

AS Upayakan Ekstradisi Meng Wanzhou

(Channelnewsasia/Tes/I-1) | Internasional
AS Upayakan Ekstradisi Meng Wanzhou

AFP

 

AMERIKA Serikat (AS) melanjutkan upaya ekstradisi resmi terhadap eksekutif Huawei, Meng Wanzhou, dari Kanada. Hal itu diungkapkan Duta Besar Kanada untuk AS, David MacNaughton, mengenai langkah tertentu yang dapat meningkatkan ketegangan dengan Tiongkok.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Kanada, MacNaughton mengatakan AS telah mengajukan permintaan ekstradisi Meng kepada Kanada. Akan tetapi, dia tidak menjelaskan lebih detail kapan permintaan itu diproses. Batas waktu pengajuan ekstradisi ialah 30 Januari, atau 60 hari setelah Meng ditangkap pada 1 Desember 2018 di Vancouver.

Meng, putri pendiri Huawei Technologies Co Ltd Ren Zhengfei, ditangkap atas permintaan AS terkait dengan dugaan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran. Dia kemudian dibebaskan dengan jaminan pada bulan lalu, dan persi-dangannya dijadwalkan pada 6 Februari di Vancouver.

Pascapenangkapan Meng, hubungan bilateral Kanada-Tiongkok menjadi memanas. Sebelumnya, Tiongkok menahan dua warga Kanada dan seorang pria asal Kadana dijatuhi hukuman mati karena dinyatakan bersalah atas penyelundupan narkoba.

Perusahaan asal Tiongkok yang dikenal sebagai produsen alat telekomunikasi terbesar di dunia itu belum mau berkomentar mengenai proses hukum yang sedang berlangsung. Juru bicara Departemen Kehakiman AS menyatakan pihaknya akan memberikan ulasan terhadap pengajuannya. Departemen Kehakiman Kanada juga enggan berkomentar.

Kanada merupakan salah satu dari 100 negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS. Setelah menerima permintaan resmi, pengadilan Kanada harus membuat keputusan dalam waktu 30 hari, apakah terdapat bukti kuat yang mendukung ekstradisi. Setelahnya, Menteri Kehakim-an Kanada memberikan perintah formal.

Dalam sebuah artikel berita pada Senin kemarin, seorang mantan kepala mata-mata Kanada menekankan pemerintah Kanada harus melarang Huawei memasok peralatan untuk jaringan telekomunikasi generasi mendatang. Di lain sisi, pemerintah Kanada masih mempelajari implikasi keamanan nasional.

"Kami tidak senang warga kami yang menanggung hukuman," ucap MacNaughton dalam wawancara yang dipublikasikan Globe and Mail. "Penduduk AS ialah orang-orang yang berusaha memiliki agar kekuatan hukum AS ditentang (Meng). Akan tetapi, warga negara kami yang membayar harganya," imbuh dia.

Baca Juga

AFP/FABRICE COFFRINI

AS Sebut Kunjungan Kepala HAM PBB ke Tiongkok Sebagai Kesalahan

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 25 Mei 2022, 13:20 WIB
"Kami pikir itu adalah kesalahan untuk menyetujui kunjungan dalam keadaan seperti...
ctvnews.ca

General Motors Diretas Data Pelanggan Bocor

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 12:30 WIB
Pabrikan mobil AS General Motors (GM) telah diretas dan data pelanggan diduga bocor sehingga memungkinkan peretas untuk menukarkan poin...
Lars Hagberg / AFP

Provinsi di Kanada Konfirmasi 15 Kasus Cacar Monyet

👤 Nur Aivanni 🕔Rabu 25 Mei 2022, 11:44 WIB
Provinsi Quebec di Kanada mengonfirmasi 15 kasus cacar monyet pada Senin (23/5). Itu disampaikan oleh departemen kesehatan Quebec pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya