Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Imigrasi Yunano Dimitris Vitsas, Rabu (16/1), mengenang seorang nenek berusia 20 tahun, warga Pulau Lesbos yang mendapatkan nominasi Nobel Perdamaian karena membantu para pengungsi.
Vitsas mengatakan Maritsa Mavrapidou, nenek tersebut, yang kematiannya diumumkan pada Rabu (16/1), adalah seorang pahlawan yang aksinya merupakan teladan bagi orang lain.
"Kenangannya akan terus mendampingi kita selamanya," ujar Vitsas dalam sebuah keterangan resmi.
Putri dari imigran asal Turki, Mavrapidou dan dua perempuan tua lainnya asal Pulau Lesbon menjadi selebritas pada 2015 ketika mereka tertangkap kamera memberikan susu lewat botol kepada sejumlah bayi imigran yang orangtua mereka baru mendarat setelah menempuh perjalanan melelahkan melintasi Laut Aegea.
Baca juga: Gelombang Imigran Baru Bergerak ke AS
Para pengungsi itu merupakan bagian dari jutaan pengungsi dan imigran, mayoritas melarikan diri dari perang sipil di Suriah.
"Foto itu akan terekam selamanya dalam kenangan kita," kata Vitsas.
Pada 2016, Mavrapidou menjadi bagian dari sekelompok warga Lesbos yang dinominasikan meraih penghargaan Nobel Perdamaian. Namun, dia bersama dua nenek lainnya mengaku tidak melakukan aksi yang istimewa.
"Memangnya apa yang saya lakukan?" ujar salah satu dari tiga nenek itu, Emilia Kamvysi saat bertemu dengan Presiden Yunani Prokopis Pavlopoulos. (AFP/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved