Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Tiga Warga Malaysia Ditangkap karena Hina Mantan Raja

Sonya Michaella
10/1/2019 14:30
Tiga Warga Malaysia Ditangkap karena Hina Mantan Raja
(AFP PHOTO/Mohd RASFAN)

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan dengan pengunduran dirinya baru-baru ini.

"Penangkapan dilakukan karena kami menerima sejumlah laporan mengenai pengguna akun media sosial yang mengunggah komentar berisi penghinaan terhadap Sultan Muhammad V," kata Inspektur Jenderal Polisi Diraja Malaysia Mohamad Fuzi Harun, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (10/1).

Mereka yang ditangkap adalah pemilik akun Twitter @azhamakhtardan, @aliaastaman, dan pemilik akun Facebook dengan nama Eric Liew.

"Tiga orang yang diduga terlibat ini akan diperiksa dan diidentifikasi di bawah Undang-Undang Sedisi Malaysia," lanjut dia.

Polisi Malaysia pun menganjurkan agar publik berhati-hati menggunakan media sosial dan menahan diri untuk tidak membuat pernyataan yang provokatif atau salah mengartikan pengunduran diri Sultan Muhammad V.

"Komentar-komentar yang tidak pantas akan menyebabkan persepsi negatif terhadap institusi Kerajaan," tuturnya lagi.

Baca juga: Singapura Mengejar Mimpi Dongkrak Jumlah Pelancong

Sultan Muhammad V dari Kelantan mengundurkan diri pada Minggu (6/1). Surat pengunduran dirinya telah disampaikan secara resmi dan dikirim ke Sekretaris Majelis Raja-Raja.

Raja Malaysia mundur setelah dua tahun naik takhta pada Desember 2016. Padahal, raja memiliki waktu jabatan selama lima tahun setelah dipilih oleh sembilan Sultan atau raja negara bagian.

Dua bulan sebelum pengunduran ini, Sultan Muhammad V diberitakan telah menikahi mantan Miss Moscow Oksana Veovodina. Keduanya dikabarkan menggelar resepsi pernikahan mewah di Moskow, Rusia.

Sebelum dipinang Sultan Muhammad V, Veovodina juga diisukan telah menjadi mualaf dan mengganti namanya menjadi Rihana Oxana Gorbantenko. Kendati demikian, Istana tidak memberikan penjelasan demikian pula Perdana Menteri Mahathir Mohamad. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya