Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Mekanisme Pemulangan Tiga WNI Terduga Teroris belum Ditetapkan

Antara
24/7/2018 09:15
Mekanisme Pemulangan Tiga WNI Terduga Teroris belum Ditetapkan
(Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto -- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak )

MEKANISME pemulangan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDRM) karena diduga terafiliasi dengan Islamic State (IS) belum ditetapkan. Hal itu dikatakan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Setyo Wasisto, Senin (23/7).

"Belum tahu kapan akan dipulangkan. Saya kontak dengan Kadensus, mereka sudah kontak dan sudah tahu identitasnya, tetapi saya belum tahu mekanisme pemulangannya," ujar Setyo di Jakarta.

Terdapat beberapa alternatif pemulangan, ujar Setyo, di antaranya apabila ketiga WNI tersebut mempunyai dokumen akan dilakukan pemulangan biasa.

Sementara, jika tidak memiliki dokumen, akan dipulangkan dengan cara police to police. Kerja sama antarkepolisian dengan cara dipulangkan dengan pesawat Indonesia dan kedatangannya ditunggu aparat kepolisan Indonesia.

"Jadi nanti sudah ditunggu petugas kami, masuk pesawat Indonesia sudah masuk wilayah Indonesia," kata Setyo.

Terkait penangkapan, Polisi Diraja Malaysia masih melakukan pemeriksaan kepada tiga WNI tersebut, karena diduga berafiliasi dengan IS dan beraktivitas di Indonesia dan Malaysia.

Salah satu pria Indonesia yang ditangkap pernah menjalani pelatihan senjata di Bandung antara 2015-2018. Lelaki berusia 26 tahun itu memiliki istri warga negara Malaysia dan telah menyatakan sumpah setia pada NII di Bandung.

Pasangan suami istri tersebut berencana membawa keluarga mereka ke Suriah untuk bergabung dengan IS.

WNI lainnya ditemukan memiliki 100 video dan 90 foto kelompok teror di telepon genggamnya, sehingga diduga mempromosikan IS secara aktif via media sosial.

WNI berusia 42 tahun tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang bertanggung jawab atas pembunuhan seorang polisi Indonesia di Jawa Barat pada Mei lalu. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya