Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara maju G7, Sabtu (8/6), berakhir seperti lelucon dan menghadirkan ancaman baru yaitu perang perdagangan global. Hal ini karena Presiden AS Donald Trump tiba-tiba menolak teks pernyataan konsensus dan juga sebagai penghinaan terhadap tuan rumah Kanada.
Hanya beberapa menit setelah komunike gabungan yang sudah disetujui para pemimpin G7 diterbitkan di Quebec, Kanada, Trump meluncurkan sebuah selebaran Twitter dari pesawat Air Force One.
Pemimpin AS itu meninggalkan pertemuan lebih awal menuju Singapura untuk menghadiri pertemuan puncak nuklir bersejarah dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Tapi tampaknya, Trump keluar lebih awal hanya agar tidak mengomentari pernyataan yang dibuat oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau saat konferensi pers sebelum pertemuan G7.
"Berdasarkan pernyataan Justin yang salah di konferensi persnya, dan fakta bahwa Kanada mengenakan tarif besar-besaran bagi para petani, pekerja, dan perusahaan AS, saya telah menginstruksikan perwakilan AS kami untuk tidak mendukung Komunike saat kami melihat tarif untuk mobil yang membanjiri pasar AS!" tweet Trump di akun @realDonaldTrump.
"PM Justin Trudeau dari Kanada bertindak begitu lemah lembut selama pertemuan @G7 hanya untuk memberikan konferensi pers setelah saya pergi dengan mengatakan bahwa ... dia 'tidak akan akan mau ditekan'. Sangat tidak jujur dan lemah."
Sebelumnya, Trudeau telah mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan Trump yang beralasan demi keamanan nasional dengan membenarkan tarif AS atas impor baja dan aluminium adalah agak menghina veteran Kanada yang telah menjadi sekutu AS dalam konflik sejak Perang Dunia I.
"Orang Kanada sopan dan masuk akal tapi kami juga tidak ingin dipaksa," katanya.
Dan dia mengatakan telah menyampaikan kepada Trump bahwa itu sangat disesalkan, sekaligus dengan kejelasan dan ketegasan mutlak bahwa Kanada tetap akan bergerak maju dengan pembalasan pada 1 Juli. "Yaitu menerapkan tarif yang setara dengan yang telah diterapkan Amerika secara tidak adil kepada kami," kata Trudeau.
Setelah tweet kemarahan Trump, Kantor Trudeau mengeluarkan tanggapan singkat. "Kami fokus pada semua yang kami capai di sini, di KTT G7. Perdana Menteri mengatakan tidak ada yang belum dia katakan sebelumnya --baik di depan umum, dan dalam percakapan pribadi dengan Presiden."
Kemarahan terhadap Trudeau, dan dengan anggota kelompok G7, hanyalah insiden terbaru di mana Trump telah bentrok dengan sekutu terdekat Amerika, bahkan ketika ia sedang hangat dengan para otokrat seperti Kim Jong un dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran di dalam dan luar negeri. Tidak lama setelah Trump menge-tweet, Senator Republik yang dihormati, John McCain menjawab.
"Untuk sekutu kami: mayoritas bipartisan orang Amerika tetap pro-bebas perdagangan, pro-globalisasi dan mendukung aliansi 70 tahun berbagi nilai-nilai bersama. Amerika sepakat dengan Anda, bahkan jika presiden kami tidak."
Ketika Trump meninggalkan Quebec, diperkirakan bahwa kompromi telah dicapai, meskipun ketegangan dan tekad para pemimpin Eropa, Presiden Emmanuel Macron dari Prancis dan Kanselir Angela Merkel dari Jerman, menahan serangan Trump pada sistem perdagangan dunia.
Pejabat dari delegasi Eropa dengan cepat membocorkan salinan pernyataan bersama kepada AFP, dan itu dipublikasikan secara online beberapa saat sebelum Trump menge-tweet. Salinan yang dimulai "Kami, Pemimpin G7 ..." itu dibagikan di ruang pers dengan cap 'Telah disetujui'. (AFP/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved