Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kisah Positano Mumbai, Permukiman Kumuh yang Kini Penuh Warna

Irene Harty
07/6/2018 18:59
Kisah Positano Mumbai, Permukiman Kumuh yang Kini Penuh Warna
(AFP PHOTO / PUNIT PARANJPE)

DAERAH permukiman kumuh di Mumbai, India menjadi pemandangan baru yang menarik setelah sebuah kelompok seniman, Chal Rang De, mengubahnya menjadi lebih berwarna. Kelompok yang punya nama lain 'Let's Go Paint' itu memiliki tujuan mengubah cara orang-orang merasakan area yang penuh kekurangan tersebut.

Para relawan itu telah mengubah sekitar 12 ribu rumah di empat wilayah berbeda di kota yang dihuni 20 juta orang itu menjadi tontonan visual yang cerah. Para seniman juga telah membuat beberapa mural yang rumit sebagai bagian dari inisiatif kelompok tersebut.

"Kami ingin mengubah cara orang melihat daerah kumuh di Mumbai, di India," kata pendiri organisasi itu, Dedeepya Reddy.

"Saat Anda mengatakan 'kumuh' semua yang Anda pikirkan adalah hal-hal negatif, kotor. Itu menjadi cerminan dari orang-orang yang tinggal di sini tetapi itu tidak terjadi," tuturnya.

Sekitar 40% penduduk Mumbai tinggal di daerah kumuh yang biasanya sempit dan strukturnya bobrok dan sanitasi buruk.

Chal Rang De berdiri pada tahun lalu ketika Reddy punya ide untuk melukis bagian luar rumah di desa kumuh di puncak bukit muram di Awalpha di utara kota. Menurutnya, mereka benar-benar orang yang luar biasa, sangat bahagia, dan ingin wilayah mereka menjadi cerminan jati diri mereka.

Sekitar 750 relawan menjawab panggilan di media sosial untuk membantu mencerahkan area tersebut dengan mengecat rumah dengan warna pelangi. Wilayah itu kemudian disebut 'Positano' Mumbai, merujuk pada salah satu kota Italia yang memiliki bangunan dengan semangat warna yang sama.

"Begitu banyak harapan dari mereka yang tidak peduli dengan tangan mereka kotor dan ingin melakukan sesuatu untuk masyarakat. Ini sangat sederhana, Anda mengambil kuas dan merasa dapat mengubah dunia," sahut Reddy.

Perempuan berusia 31 tahun itu mengatakan penduduk awalnya skeptis pada proyeknya. Kelompok itu kemudian ke tiga permukiman yang berdekatan di pinggiran utara Khar dengan bantuan hampir 3.000 relawan muncul selama dua akhir pekan pada bulan lalu.

"Sekarang ada banyak warna di daerah kami. Itu tampak seperti sesuatu yang baru dan seperti hadiah bagi kami," kata salah seorang warga, Sanjay Naresh Gaikar, 30.

Permukiman kumuh itu akan terserang banjir selama musim hujan tahunan dari Juni hingga September. Saat terkena banjir daerah-daerah itu akan membiru karena banyaknya terpal di atap rumah mereka untuk menahan hujan lebat.

Chal Rang De telah bekerja sama dengan perusahaan anti bocor untuk meletakkan material khusus mencegah kebocoran hingga lima tahun.

"Kami juga mewarnai bagian atas bahan itu sehingga saat terbang Anda akan melihat Mumbai yang sangat berbeda," imbuh Reddy.

Chal Rang De juga mulai merencanakan cara untuk mengubah daerah kumuh berikutnya.

"Mungkin di mata orang kawasan mereka merusak pemandangan, tapi bagi kami itu seperti kanvas. Kami ingin mewarnai seluruh negeri," tukasnya. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya