Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

KTT Trump-Kim Dinilai Sangat Rapuh

Denny Parsaulian Sinaga
07/6/2018 14:25
KTT Trump-Kim Dinilai Sangat Rapuh
(AFP/JIM WATSON)

PERTEMUAN puncak antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un yang akan berlangsung di Pulau Sentosa, Singapura pada 12 Juni dinilai sangat rapuh.

"Kami telah mencapai titik di mana KTT itu sangat rapuh dan dapat dengan mudah diseimbangkan," kata Graham Ong-Webb, seorang peneliti di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam Singapura, kepada AFP.

AS mendorong untuk mengakhiri program senjata nuklir dan program rudal nuklir yang lengkap, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah lagi. Tetapi para pengamat yakin ada kesenjangan besar antara definisi Washington dan Pyongyang tentang denuklirisasi.

Trump akhirnya mengonfirmasi KTT pekan lalu setelah kunjungan dari pejabat tinggi Pyongyang ke Washington. Sebelumnya, Trump sempat membatalkan pertemuan itu secara tiba-tiba karena perselisihan pendapat antara para pejabat AS dan Korea Utara.

Dia mengatakan denuklirisasi dan akhir resmi perang Korea yang telah berusia puluhan tahun, akan dibahas di atas meja di Singapura.

Namun sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son- hui sempat menyangsikan penyelenggaraan KTT Korut-AS akan bermanfaat, terutama untuk negaranya.

"Kami tidak akan meminta AS untuk berdialog atau menyusahkan untuk membujuk mereka jika mereka tidak ingin duduk bersama kami," ujarnya pada 21 Mei.

Korut mengatakan, pihaknya telah menghancurkan situs uji nuklir mereka. Namun dunia internasional meragukan hal tersebut. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya