Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Gubernur Bank Sentral Malaysia Mundur

Denny Parsaulian Sinaga
06/6/2018 18:58
Gubernur Bank Sentral Malaysia Mundur
( AFP PHOTO / Mohd RASFAN)

GUBERNUR bank sentral Malaysia Muhammad Ibrahim telah mengundurkan diri, setelah mencuat klaim bahwa bank yang dipimpinnya membantu rezim pemerintah sebelumnya dalam menutupi utang terkait skandal keuangan 1MDB.

Masa jabatan Ibrahim tampaknya tinggal hitung hari setelah tebentuk pemerintahan baru. Pemerintahan yang berkuasa sejak bulan lalu setelah kemenangan mengejutkan pada pemilihan umum Mei lalu. Tuduhan korupsi adalah alasan utama pemilih menolak koalisi Najib. Menghentikan kekuasaan koalisi Najib selama enam dekade.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad Rabu (6/6) mengatakan Ibrahim telah mengundurkan diri. Mahathir mengatakan belum memiliki pengganti bankir lulusan Harvard itu dan raja masih perlu memberikan persetujuan untuk pengunduran diri Ibrahim.

Pengunduran dirinya menyusul terungkapnya pembelian yang dilakukan oleh Bank Negara Malaysia dari pemerintah Najib Razak. Mantan perdana menteri Najib, keluarga dan kroni-kroninya, dituduh menjarah miliaran dolar dari dana 1MDB lewat penipuan yang membentang dari Swiss hingga Los Angeles.

Pada akhir 2017, pemerintah Najib menjual tanah di Kuala Lumpur seharga sekitar dua miliar ringgit (US$500 juta) kepada bank sentral seperti dirilis kementerian keuangan. "Uang yang dikumpulkan oleh penjualan itu digunakan untuk melayani kewajiban utang 1MDB", kata kementerian itu.

Bank sentral telah bersikeras pembelian itu pada nilai wajar dan mengatakan telah memberikan informasi tentang masalah tersebut kepada pihak anti-korupsi untuk ditinjau ulang.

Ibrahim, yang telah bekerja dengan bank sentral sejak 1984, baru dua tahun memasuki masa jabatannya sebagai gubernur. Dia akan menjabat hingga 2021. Dia menggantikan Zeti Akhtar Aziz, tokoh yang dihormati secara luas yang menjabat 16 tahun sebagai kepala bank sentral tetapi berselisih dengan Najib. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya