Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Macron Kembali Tegaskan Komitmen Kesepakatan Nuklir Iran

Micom
06/6/2018 14:33
Macron Kembali Tegaskan Komitmen Kesepakatan Nuklir Iran
()

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sedang berkunjung ke Paris bahwa kesepakatan nuklir 2015 mesti dipelihara. Jika tidak, keamanan di Tel Aviv dan kawasan sekitarnya akan terancam.

"Saya kembali menyampaikan kepada perdana menteri keyakinan saya yang mendalam yang dipegang oleh mitra Eropa kami bahwa kesepakatan 2015 mesti dipertahankan untuk memantau kegiatan nuklir," kata Macron kepada wartawan pada Selasa (5/6) waktu setempat.

"Tapi itu tak pernah dianggap oleh Prancis sebagai memadai atau sepenuhnya memuaskan," kata Macron, sebagaimana dikutip Xinhua. Ia menyatakan bahwa "kesepakatan nuklir 2015 adalah satu langkah yang perlu dilengkapi dengan kegiatan lain pasca-2015".

Macron menyeru semua sekutu dan mitranya agar "memusatkan perhatian (untuk mendorong) pada kestabilan wilayah dengan mempertahankan kesepakatan nuklir itu, yang telah memungkinkan pemantauan kegiatan nuklir Iran".

Kesepakatan yang secara resmi dikenal dengan nama Rencana Aksi
Menyeluruh Bersama (JCPOA) itu, telah menghentikan sanksi atas Iran sebagai imbalan bagi tindakan Teheran membatasi program nuklirnya.

Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk keluar dari kesepakatan itu, yang dicapai oleh pendahulunya Pemerintah Barack Obama. Trum beralasan kesepakatan itu tidak menangani program rudal balistik dan kegiatan nuklir iran setelah 2025 atau perannya dalam konflik di Yaman serta Suriah.

Teheran telah mengancam bahwa, jika negara-negara lain dalam kesepakatan
nuklir tersebut tak bisa memelihara kepentingan Iran berdasarkan kesepakatan itu, Iran akan keluar dari kesepakatan tersebut dan melanjutkan kegiatan nuklirnya dengan kecepatan penuh.

Macron memperingatkan mengenai resiko ketegangan yang meningkat akibat pertikaian mengenai nuklir Iran, menyeru "setiap orang agar menjaga kestabilan keadaan dan tidak menyerah pada peningkatan ini, yang akan mengarah kepada satu hal: konflik".

Netanyahu, yang dengan keras menentang kesepakatan nuklir itu, mengatakan, "Sudah tiba waktunya untuk menerapkan langkah atas Iran sehingga negara tersebut tak bisa bergerak maju". Sebabnya ialah "ancaman besar buat dunia hari ini adalah senjata nuklir di tangah rezim radikal seperti Iran". (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya