Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Mencari Mereka yang Hilang di Balik Puing-Puing di Fuego.

Denny Parsaulian
05/6/2018 13:42
Mencari Mereka yang Hilang di Balik Puing-Puing di Fuego.
(AFP/ Johan ORDONEZ)

Gustavo Larius, seorang tukang batu berusia 27 tahun yang tengah sibuk mencari keluarga dan teman-teman yang hilang di desa dekat Gunung Fuego. Gumpalan abu menjulang tinggi dan hujan batu berapi-api disertai lumpur panas dimuntahkan gunung berapi itu pada Minggu (3/6) pagi.

"Gunung berapi telah meletus sebelumnya, tetapi tidak pernah seperti ini," kata Larius.

Menyusuri jalanan di desanya, Larius mencari mereka yang hilang dengan berbekal sebuah sapu tangan untuk menekan mulut dan hidungnya.

Letusan itu mengirimkan abu mengepul di daerah sekitarnya, mengubah tanaman dan pepohonan menjadi abu-abu dan menyelimuti jalanan, mobil, dan orang-orang.

Para petani yang diselimuti abu melarikan diri dari kawasan itu demi hidup mereka, sementara para pekerja pertahanan sipil berusaha memindahkan mereka ke tempat perlindungan.

"Kali ini kita diselamatkan, dalam lain (letusan) tidak ada," kata Efrain Gonzalez, 52, duduk di lantai tempat penampungan di kota Escuintla, di mana ia tiba dengan istri dan putrinya yang berusia satu tahun.

Gonzalez kewalahan dan putus asa, karena dua anaknya, berusia 10 dan empat tahun, yang hilang. Mereka terperangkap di rumah mereka, yang dibanjiri lumpur panas dari gunung berapi.

"Abu padat dari gunung berapi menutup bandara internasional Guatemala City," kata para pejabat penerbangan sipil.

Letusan berakhir setelah 16,5 jam, tetapi ada kemungkinan letusan bakal terjadi lagi. Seperti diperingatkan Institut Vulkanologi.

Presiden Guatemala Jimmy Morales yang telah menyatakan tiga hari berkabung nasional atas peristiwa meletusnya Gunung Api Fuego yang telah menewaskan 65 orang itu. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya