Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Korban Gunung Berapi Fuego Guatemala Bertambah

Denny Parsaulian Sinaga
05/6/2018 10:50
Korban Gunung Berapi Fuego Guatemala Bertambah
()

KORBAN meletusnya Gunung Api Fuego di Guatemala bertambah menjadi 65 orang pada Senin (4/6). Jumlah ini setelah para petugas penyelamat menemukan lebih banyak mayat di bawah debu dan puing-puing yang ditinggalkan oleh letusan Fuego di Guatemala.

Juru bicara Badan Bantuan Bencana David de Leon mengatakan bahwa setelah berjam-jam mencari orang yang selamat, jumlah korban tewas mencapai 65 orang. Selain itu, ada 46 orang terluka, sebagian besar mengalami luka serius.

Sementara itu lebih dari 1,7 juta orang terkena efek dari bencana ini, termasuk 3.271 orang yang dievakuasi, dan 1.787 di tempat penampungan di departemen Escuintla, Sacatepequez dan Chimaltenango.

Gunung api setinggi 3,763 meter (12.346 kaki) ini meletus Minggu (3/6) pagi. Fuego memuntahkan gumpalan abu yang menjulang tinggi dan hujan batu berapi-api disertai lumpur panas.

Pihak berwenang telah memperkirakan jumlah korban tewas bisa meningkat setelah pencarian dilanjutkan. Jumlah korban tewas yang awalnya 25 orang, direvisi dalam beberapa jam setelah penemuan puluhan mayat di desa-desa yang dihancurkan oleh lumpur.

"Ada orang yang hilang, tetapi kami tidak tahu berapa banyak," kata Sergio Cabanas dari lembaga manajemen bencana Guatemala. Panggilan masyarakat di lereng gunung berapi sedang berlangsung.

Kecepatan dan keganasan letusan membuat komunitas gunung terkejut dengan banyak orang mati yang ditemukan di atau di sekitar rumah mereka. Cabanas mengatakan orang-orang yang tewas adalah korban material gunung yang bergerak cepat. Masyarakat yang terletak di lereng selatannya adalah yang terparah. Beberapa yang tewas adalah anak-anak.

Seorang wartawan AFP melihat setidaknya tiga mayat terbakar di reruntuhan desa San Miguel Los Lotes, di mana para pekerja penyelamat, tentara dan polisi mati-matian mencari orang-orang yang selamat. Anjing, ayam, dan itik mati juga berserakan di antara lumpur dan abu, yang sebagian besar masih berasap.

"Saya tidak ingin pergi, ingin kembali, dan tidak ada yang dapat saya lakukan untuk menyelamatkan keluarga saya," kata Eufemia Garcia, 48, kepada AFP.

Dia mencari ketiga anaknya, ibunya, keponakan, dan saudara kandungnya. Garcia, dari Los Lotes, mengatakan dia melarikan diri dengan bantuan suaminya.

Presiden Guatemala Jimmy Morales yang telah menyatakan tiga hari berkabung nasional atas peristiwa meletusnya Gunung Api Fuego yang telah menewaskan 65 orang. Ia pun telah mengunjungi zona bencana.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dia sangat sedih dengan kehilangan nyawa yang tragis dan kerusakan signifikan yang disebabkan oleh letusan itu. Guterres mengatakan PBB siap membantu upaya penyelamatan dan bantuan nasional. (OL-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya