Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

AS-Korut Bahas Lagi Jadwal Pertemuan Trump-Kim

Denny Parsaulian Sinaga
26/5/2018 18:21
AS-Korut Bahas Lagi Jadwal Pertemuan Trump-Kim
(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pembicaraan sangat produktif telah diadakan dengan Korea Utara untuk mengembalikan pertemuan Trump dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.

Dalam sebuah tweet di akunnya @realDonaldTrump, Presiden Trump mengatakan pertemuan masih bisa berlangsung pada 12 Juni di Singapura dan jika perlu dijadwal ulang setalah tanggal tersebut.

Pada hari Kamis (24/5), dia membatalkan pertemuan dengan menyalahkan pihak Korut. Dia menyebut Korut menunjukkan adanya 'permusuhan terbuka'.

Namun Korut kemudian melunak dengan mengatakan bahwa pihaknya bersedia untuk berbicara kapan saja dalam bentuk apa pun.

Sesaat sebelum tweet Presiden Trump, Kantor Kepresidenan Korea Selatan mengatakan bersyukur bahwa 'bara' pertemuan puncak tidak dipadamkan dan bisa hidup kembali.

Pertemuan puncak semacam ini biasanya melibatkan perencanaan rinci berbulab-bulan dan beberapa analis telah menyatakan kegelisahan mereka bahwa diskusi pribadi tentang perbedaan kebijakan tampaknya telah digantikan oleh diplomasi dengan tweet.

Presiden Moon Jae-in sebelumnya mengatakan dia sangat bingung dan sangat menyesalkan pertemuan Trump-Kim itu tidak terjadi.

Pertemuan yang direncanakan di Singapura akan menjadi sejarah baru. Karena untuk pertama kalinya seorang Presiden AS yang menjabat bertemu dengan seorang pemimpin Korut.

Meskipun agenda pertemuan belum jelas, diharapkan kedua pemimpin akan membahas cara-cara mengurangi ketegangan dan denuklirisasi di semenanjung Korea.

Adalah pejabat Korea Selatan awal 2018 yang pertama kali memberi tahu AS bahwa Kim siap membahas potensi perlucutan senjata nuklir Korut.

Pada April, para pemimpin kedua Korea mengadakan pertemuan bersejarah di perbatasan, berjanji untuk mengakhiri permusuhan dan denuklirisasi di semenanjung.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengunjungi Korut untuk pembicaraan awal dengan Mr Kim dan membahas rencana pertemuan bersejarah itu.

Namun, Korut dengan cepat menjadi marah oleh komentar dari pejabat senior AS yang membuat perbandingan dengan Libia. Saat itu, mantan pemimpin Libia, Kolonel Gaddafi menyerahkan program nuklirnya yang baru hanya untuk kemudian dibunuh oleh pemberontak yang didukung Barat beberapa tahun kemudian.

Setelah beberapa retorika Korut yang berapi-api, Mr Trump mengumumkan pertemuan tidak akan diadakan.

Tapi Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Kim Kye-gwan, kemudian menampik dengan nada yang lebih lunak. Kye-gwan menyebut keputusan Trump tidak terduga dan sangat disesalkan. Dia mengatakan, Pyongyang bersedia bertatap muka kapan saja.

Sebelumnya pada Jumat, kepada wartawan di luar Gedung Putih di Washington, Presiden AS mengindikasikan bahwa pertemuan Trump-Kim masih bisa diselamatkan. "Kita akan melihat apa yang terjadi. Kami sedang berbicara dengan mereka [Korea Utara] sekarang. Mereka membuat pernyataan yang sangat bagus. "

"Semua orang memainkan gimnya," tambah Presiden Trump. (BBC/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya