Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Benarkah Najib Razak Menerima Kekalahannya?

Irene Harty
10/5/2018 14:27
Benarkah Najib Razak Menerima Kekalahannya?
(AFP)

PEMIMPIN Malaysia yang kalah dalam pemilu, Najib Razak, mengatakan dirinya menerima kehendak rakyat pada Kamis (10/5) setelah koalisi Barisan Nasional (BN) mengalami kekalahan mengejutkan dari mantan pemimpin veteran, Mahathir Mohamad. Namun dia tidak membuat konsesi yang jelas.

Dalam komentar publik pertamanya sejak hasil diumumkan, Najib tampak hancur dan mengatakan pada konferensi pers, "Saya menerima putusan rakyat dan Barisan Nasional berkomitmen pada prinsip-prinsip demokrasi."

Ia bahkan menyebut keputusan untuk memilih perdana menteri yang baru berada di raja karena tidak ada satu partai pun yang memenangkan parlemen mayoritas.

"Karena tidak ada partai yang mendapat suara mayoritas sederhana, raja akan memutuskan sebentar lagi siapa yang akan mendapatkan kepercayaan dari parlemen," lanjutnya.

James Chin, Ahli Malaysia dari University of Tasmania, mengatakan pidato Najib bukanlah konsesi dan ada spekulasi bahwa dia berusaha membujuk anggota parlemen dari pihak lain untuk membelot ke BN. "Ini berbahaya, Malaysia tidak akan menerima periode transisi yang panjang," katanya.

Bridget Welsh, Analis dari John Cabot University, menilai pidato Najib tidak cocok dengan situasi yang sedang berkembang di masyarakat.

"Dia tampaknya menyangkal. Itu mengirimkan pesan bahwa dia bersedia menggunakan taktik seperti pembelotan dan membeli orang untuk mencoba tetap berkuasa," tuturnya.

Untuk mengklaim mayoritas sederhana di parlemen, partai atau koalisi akan membutuhkan 112 kursi.

Aliansi oposisi, Pakatan Harapan, bersama dengan sekutu kecil di pulau Kalimantan, memenangkan 121 kursi sedangkan Barisan Nasional hanya menang 79 atau turun dari sebelumnya 133. Namun Komisi Pemilihan resmi mencatatkan hasil untuk setiap partai secara terpisah bukan skor keseluruhan untuk aliansi yang berdiri.

Para analis telah memperingati Najib untuk dapat berusaha mengulur waktu untuk memenangkan pembelotan dari pihak lain ke koalisi BN koalisi yang memimpin Malaysia selama enam dasawarsa itu, sebagai upaya terakhir untuk mempertahankan kekuasaan meskipun kalah.

Kekalahan Najib bisa jadi hanya permulaan dari masalah-masalahnya, termasuk dugaan korupsi miliaran dolar dari 1MDB.

Sementara itu kemenangan Mahathir veteran politisi, diumumkan sejak awal dan memicu perayaan di jalan-jalan ibu kota Kuala Lumpur semalam. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya