Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dari Seorang Demonstran Bersiap Jadi Perdana Menteri

Irene Harty
08/5/2018 19:25
Dari Seorang Demonstran Bersiap Jadi Perdana Menteri
(AFP PHOTO / Sergei GAPON)

PARLEMEN Armenia akan memilih perdana menteri baru pada Selasa (8/5) dengan pemimpin oposisi Nikol Pashinyan akan mengambil alih pos setelah memelopori protes massa minggu terhadap partai yang berkuasa.

Pemungutan suara akan menjadi upaya kedua Pashinyan untuk terpilih sebagai perdana menteri setelah Partai Republik yang berkuasa secara sempit menolak tawaran pertamanya pada 1 Mei, meskipun pada awalnya berjanji untuk tidak menghalangi.

Itu menyebabkan pemogokan umum yang melumpuhkan di Ibu Kota Yerevan dan kota-kota lainnya. Pashinyan menyerukan diakhirinya protes setelah Partai Republik, yang memiliki 58 anggota parlemen di legislatif dari 1005 kursi, mengeluarkan jaminan bahwa mereka akan mendukung pencalonannya pada upaya kedua.

Laki-laki berusia 42 tahun itu yang sempat menjadi editor koran itu telah memperoleh dukungan dari dua partai politik besar lainnya, Sejahtera Armenia dan Revolusioner Federasi Armenia (Dashnaktsutyun), yang menominasikan dia bersama-sama dengan koalisi oposisi Elk. Pashinyan adalah satu-satunya kandidat untuk posisi teratas. 

Pada Senin (7/5) malam, ribuan pendukung Pashinyan berunjuk rasa di alun-alun pusat Yerevan, melambai-lambaikan bendera nasional tricolor dan meneriakkan namanya.

"Saya yakin 95% bahwa calon Anda akan dipilih sebagai perdana menteri besok," kata Pashinyan kepada orang-orang yang bersorak-sorai.

Para pengamat mengatakan, tampaknya partai yang berkuasa telah mengubah posisi dalam upaya untuk mempertahankan kendali legislatif.

Analis Vigen Akopyan mengatakan pemilihan umum pasti ada, meskipun Pashinyan terpilih sebagai perdana menteri.

Analis lain, Stepan Safaryan, memperingatkan Pashinyan akan terjebak dengan kondisi Armenia memasuki periode yang menarik dari ketidakseimbangan. "Sebelum pemilu awal Pashinyan harus bermanuver antara kehendak rakyat dan partai yang berkuasa di parlemen."  (AFP/A-5) 
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya