Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

Habibie: Pesawat R80 adalah Jawaban Tantangan Industri Dirgantara

Denny Parsaulian
19/4/2018 17:30
Habibie: Pesawat R80 adalah Jawaban Tantangan Industri Dirgantara
(MI/ROMMY PUJIANTO )

INDONESIA merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Karena itu mau tidak mau transportasinya amat bergantung pada moda transportasi udara.

"Pesawat R80 merupakan jawaban atas tantangan tersebut dan diharapkan bahwa Program Pengembangan Pesawat R80 ini juga akan membangun ekosistem industri dirgantara nasional," kata pendiri dan Komisaris Utama PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang juga Presiden RI ketiga BJ Habibie, di Wisma Habibie & Ainun di Munich, Jerman, Jumat (13/4).

Habibie mengatakan hal tersebut seusai penandatanganan Framework Agreement sebagai langkah awal keikutsertaan Tucana Engineering dalam program Pengembangan Pesawat R80.  

Penandatanganan itu dilakukan oleh Direktur Utama PT RAI Agung Nugroho dan CEO Tucana Engineering Ukraine Myroslav Krekota. Selain Habibie, pendiri sekaligus Chairman Progresstech Group, induk perusahaan Tucana Engineering Vladimir Kulchitsky, CEO Progresstech Group Andrey Sharnin, dan CIO PT RAI Desra Ghazfan ikut menyaksikan penandatanganan itu.

Habibie menambahkan bahwa kerja sama kedua perusahaan mengembangkan pesawat R80 dengan bentuk risk sharing partner menunjukkan betapa pentingnya kerja sama industri pesawat terbang bagi kedua belah pihak.

Tucana akan menjadi engineering and design provider bagi PT RAI untuk tahapan fase full scale development. Kerja sama itu juga akan menjadi rintisan kerja sama industri pesawat terbang kedua negara yang lebih luas di masa yang akan datang.

PT RAI saat ini sedang mengembangkan Program Pesawat R80 untuk pasar dalam negeri dan international. Saat ini sudah menyelesaikan Fase 1, yaitu Preliminary Design & Feasibility di 2016 dan sudah mendapatkan order sebanyak 155 pesawat.

Fase 2, yaitu Full Scale Development direncanakan akan selesai di 2025, dan pada 2022 akan melakukan terbang perdana. Fase 3, yaitu Fase Komersial, akan dimulai 2025, saat itu RAI akan mulai menyerahkan pesawat untuk customernya.

Pesawat R80 diberikan status Program Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden No 58 tahun 2017 karena peran pentingnya dalam agenda pemberdayaan industri strategis nasional.

"Keberhasilan implementasi dari perjanjian hari ini akan memastikan program R80 dapat diselesaikan dengan tepat waktu," kata Dirut RAI Agung Nugroho.

Tucana Engineering, satu dari perusahaan di bawah bendera Progresstech Group, merupakan perusahaan terkemuka yang berpengalaman dalam bidang design and engineering yang telah membantu program-program internasional perusahaan Boeing dan Airbus.

Diawaki lebih dari 2,000 engineer dengan kualifikasi tinggi di bidang program pesawat terbang, Tucana Engineering Ukraine dinilai tepat untuk mengisi kebutuhan program pesawat R80. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya