Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

ASEAN-UE Luncurkan Dua Program Unggulan

Irene Harty
17/4/2018 21:50
ASEAN-UE Luncurkan Dua Program Unggulan
(Ist)

ASEAN bersama Uni Eropa (UE) resmi meluncurkan dua program unggulan sebagai lanjutan dari kerja sama pembangunan UE di ASEAN.

Dua program yang secara total senilai 61 juta euro itu adalah Enhanced ASEAN Regional Integration Support from the EU (ARISE Plus) dan Enhanced Regional EU-ASEAN Dialogue Instrument (E-READI).

"Kedua program terkait peningkatan dialog dan integrasi ekonomi regional tersebut menekankan kerja sama yang aktif dan telah berlangsung lama antara ASEAN dan UE,” ungkap Sekretaris Jenderal ASEAN, Dato Lim Jock Hoi, saat peluncuran resmi kedua program di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa (17/4).

Dia mengungkapkan program tersebut dapat berguna bagi ASEAN melalui konsolidasi komunitas ASEAN.

ARISE Plus akan menaungi bidang penting dan proses integrasi ekonomi ASEAN seperti pasar tunggal, fasilitasi perdagangan, pengurangan hambatan non-tarif dalam perdagangan serta Hak Kekayaan Intelektual, penerbangan, dan statistik ASEAN.

"ARISE Plus regional mengkonsolidasi dan meningkatkan hasil yang dicapai oleh program-program bantuan teknis UE-ASEAN sebelumnya yang mendukung Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN (MEA) 2025 hingga integrasi ekonomi yang lebih besar di ASEAN," tutur Manajer ARISE Plus, Celine Prud’homme Madsen didampingi Ketua Tim Presentasi ARISE Plus, Paul Mandi.

Program tersebut juga merefleksikan hubungan strategis dan kerja sama yang berkembang antara UE dan ASEAN dengan dana 41 juta euro untuk inisiatif enam tahun itu.

Sementara itu, melalui E-READI proses integrasi ASEAN akan didukung melalui upaya Uni Eropa berbagi pengalaman mengenai proses integrasinya.

"E-READI adalah progran kerja sama yang memfasilitasi forum dialog antara UE dan ASEAN dalam kebijakan seluruh pilar Komunitas ASEAN. Dana senilai 20 juta euro dan implementasi selama enam tahun E-READI melanjutkan pencapaian program sebelumnya yakni READI,” jelas Manajer E-READI, Ina Hodge didampingi Ketua Tim Presentasi E-READI, Marco Corsi.

E-READI juga akan membantu ASEAN untuk pengembangan lebih lanjut dan implementasi strategi integrasi regional dan pembangunan komunitas sesuai pengalaman UE yang relevan.

"Pada 2018, UE dan ASEAN terus meningkatkan hubungan dengan kerja sama pembangunan sebagai inti dari keberhasilan kemitraan kami. Dimulainya dua program itu mencerminkan komitmen UE yang mendukung penuh integrasi ekonomi ASEAN serta memperkuat dialog UE-ASEAN dalam bidang-bidang strategis," ungkap Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Fransisco Fontan Pardo.

Kendati demikian, Fontan mengakui pengembangan pasar tunggal di MEA masih berfokus pada empat negara ASEAN yakni Kamboja, Laos, Vietnam, dan Thailand karena negara-negara tersebut lebih komprehensif dari sisi infrastuktur, regulasi, dan fleksibilitas. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya