Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) mengecam keras dugaan serangan senjata kimia di Ghouta Timur Suriah pada Sabtu (7/4) malam dan menuding Rusia bertanggung jawab mengingat 'dukungan tak tergoyahkan' bagi rezim.
Douma, lokasi oposisi terakhir di Ghouta Timur, dihantam oleh serangan udara terkini yang menewaskan 70 warga sipil dalam 24 jam dengan 11 lainnya mengalami masalah pernapasan.
AS merespon menuduh pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad menggunakan gas klor beracun.
"Rejim Assad dan para pendukungnya harus dimintai pertanggungjawaban dan setiap serangan lebih lanjut segera dicegah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert dalam pernyataan.
"Rusia, dengan dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap rezim, pada akhirnya memikul tanggung jawab atas serangan brutal ini," lanjutnya.
Nauert juga mengulangi pernyataan AS sebelumnya bahwa Moskow telah melanggar komitmennya kepada PBB sebagai penjamin kerangka dan mempertanyakan komitmen Kremlin untuk mengakhiri krisis.
"Perlindungan Rusia terhadap rezim Assad dan kegagalan untuk menghentikan penggunaan senjata kimia di Suriah mempertanyakan komitmennya untuk menyelesaikan krisis secara keseluruhan dan prioritas non-proliferasi yang lebih besar," katanya.
Rezim Suriah telah berulang kali dituduh menggunakan senjata kimia, salah satunya saat PBB menyalahkan pasukan pemerintah karena serangan gas sarin mematikan di desa Khan Khanun yang dikuasai oposisi pada April 2017.
Sejak 18 Februari, serangan Ghouta rezim telah menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil. (AFP/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved