Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN umum Hungaria berlangsung pada Minggu (8/4) dan menjadi pemilihan umum yang diamati secara cermat di seluruh Eropa terutama sosok Perdana Menteri nasionalis, Viktor Orban, yang dapat menjabat ketiga kalinya.
Tempat pemungutan suara (TPS) dibuka pada pukul enam pagi waktu setempat dan akan ditutup pada pukul tujuh malam.
Sejauh ini jajak pendapat secara konsisten menempatkan Orban dan partai sayap kanannya Fidesz 20 poin atau lebih dari pesaing terdekat mereka, Jobbik, partai sayap kanan yang bergerak menuju pusat, unggul dari partai sosialis sayap kiri.
Sistem pemilihan yang dirancang oleh Fidesz diduga memberikannya keunggulan atas oposisi meski jumlah pemilih yang tinggi dan suara taktis anti-Fidesz dapat menambahkan unsur ketidakpastian.
Hasil awal diperkirakan akan muncul satu atau dua jam setelah jajak pendapat ditutup, dengan kejelasan akan didapat perlahan-perlahan hingga malam hari.
Jika Fidesz memperoleh mayoritas di parlemen hingga 199 kursi, para analis akan mengawasi untuk melihat kuotanya hingga dua pertiga kursi yang memungkinkannya untuk meloloskan beberapa RUU yang tidak terjangkau dan kontroversial.
Rancangan ketentuan tidak lazim itu termasuk jalur Orban yang berseberangan dengan Brussels, yakni mengikis independensi media dan peradilan, serta tindakan keras terhadap kelompok-kelompok masyarakat sipil, terutama yang didanai oleh miliader kelahiran AS (Amerika Serikat) George Soros .
Para kritikus menuding pemerintah menggunakan stereotip anti-Semit dalam kampanye tanpa henti melawan Soros, yang adalah Yahudi. Orban menuduh Soros dan organisasi yang ia dukung mempromosikan imigrasi massal Muslim dan Afrika ke Eropa untuk merusak identitas Kristennya.
Retorika Orban yang terkadang negatif terhadap imigran mengakibatkan perselisihan antara pemerintah dan pejabat hak asasi manusia PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein yang menyebut Orban xenophobia dan rasis pada Februari. Kendati Orban menolak berpartisipasi dalam skema pemukiman kembali pengungsi Uni Eropa atau mengganggu negara-negara Eropa lainnya, Fidesz diberikan tindakan perlindungan berdasarkan keanggotaannya dari kelompok EPP pusat-kanan utama di Parlemen Eropa.
Para pemimpin EPP senior sendiri telah memancing kontroversi dengan berharap Orban menang jelang jajak pendapat. Pada kunjungan ke Budapest pada Jumat (6/4), Jaroslaw Kaczynski, pemimpin partai PIS yang memerintah Polandia, juga memberi Orban dukungan.
Pemerintah Polandia telah memiliki jalur masuk sendiri dengan Brussels atas perubahan sistem peradilan dan melihat Hungaria sebagai sekutu penting di dalam Uni Eropa. Pertunjukan yang kuat untuk Orban akan disambut oleh para pengagum di sayap kanan di Eropa, seperti Prancis Marine Le Pen.
Orban juga telah menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai sekutu dan menganggap Rusia sebagai 'negara liberal' yang diharapkannya untuk menjadi jangkar di Hungaria. Namun, Orban terkena skandal pencucian uang dan korupsi menurut media yang dimiliki oleh Lajos Simicska, mantan sekutu Orban.
Orban menghindari debat publik dengan lawan atau berbicara dengan media independen dan lebih memilih berhati--hati dalam menghadiri beragam kegiatan publik. Sejauh ini, jumlah pemilih akan menjadi faktor kunci dalam menentukan hasil, dengan partisipasi yang lebih tinggi dianggap menguntungkan oposisi.
Pertumbuhan ekonomi yang solid dari Hungaria dengan peningkatan upah terus menerus akan berisiko jika oposisi menang. Partai-partai oposisi belum mengoordinasikan ini secara erat pada tingkat nasional tapi pemilihan taktis tetap bisa berbahaya bagi Fidesz.
Pada pemilihan walikota lokal pada Februari, Fidesz mengalami kekalahan mengejutkan setelah oposisi mendorong calon tunggal. (AFP/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved