Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Jepang Dorong ASEAN Menjadi Penguasa Wilayah

Haufan Hasyim Salengke
05/4/2018 18:50
Jepang Dorong ASEAN Menjadi Penguasa Wilayah
(MI/Haufan Hasyim Salengke)

INISIATIF baru Jepang yang disebut Free and Open Indo-Pacific Strategy bahwa Tokyo memikul tanggung jawab untuk membina kawasan Samudra Pasifik dan Hindia serta Asia dan Afrika menjadi tempat yang menghargai kebebasan, ekonomi pasar, dan supremasi hukum dan menghadirkan kemakmuran.

Guru Besar Politik Internasional pada Fakultas Hukum, Keio University, Jepang, Yuichi Hosoya, mengatakan banyak pihak di kawasan merasa khawatir dengan kebijakan asertif dan ekspansif Tiongkok.

"Bukan hanya Vietnam dan Filipina, juga negara-negara lain termasuk Indonesia dan Singapura yang bersahabat dekat dengan Beijing sekarang menjadi frustrasi," ujar Yuichi Hosoya kepada Media Indonesia, Kamis (5/4). 

Yuichi Hosoya merujuk pada perilaku agresif Beijing dalam sengketa teritorial di Laut China Selatan. Di lain hal, kata dia, Jepang telah menjadi sahabat dekat untuk ASEAN di antara kekuatan-kekuatan utama. Jepang telah dan selalu menyesuaikan langkah-langkahnya untuk menghormati sentralitas dan kesatuan ASEAN.

"Saya pikir Jepang satu-satunya negara yang selama berdekade selau melekat dan bersatu padu yang menghormati sentralitas ASEAN," kata Hosoya.

Menurutnya ASEAN adalah pusat politik internasional di Asia dan sebaiknya posisi itu harus tetap dipertahankan. Dan sentralitas ASEAN harus dihormati oleh negara-negara lain.

"Saya pikir posisi Jepang sangat penting bagi ASEAN, tidak pernah mencoba untuk merusak sentralitas lembaga itu, dan Tokyo selalu menghormati kesatuan dan sentralitas ASEAN," kata dia.

"Dan saya pikir ASEAN juga memahami itu. Itulah kenapa, dalam banyak jajak pendapat, mayoritas masyarakat di ASEAN ingin Jepang sebaiknya lebih aktif berbuat di kawasan ini," tandasnya.

Diplomasi Jepang, kata Hosoya, tujuannya bukan untuk menjadikan Jepang menjadi hegemoni di kawasan. Ia mengingatkan bahwa 'Negeri Matahari Terbit' telah menjadi hegemoni di sini pada sebelum 1945, kemudian gagal.

"Dan sejak itu Jepang menyadari bahwa Jepang tidak boleh lagi meng-hegemoni di kawasan ini," kata dia.

Selain itu, pemerintah Jepang berpandangan dan mempertimbangkan bahwa siapapun kekuatan besar tidak boleh menjadi pemimpin di wilayah Indo-Pasifik. Pasalnya jika suatu negara meng-hegemoni akan membuat negara-negara lain berprasangka atau menaruh curiga.

"Karena itu, kebijakan Jepang di kawasan ini adalah untuk mendukung dan mendorong ASEAN agar menjadi pemimpin di wilayah ini," ujarnya.

Ia menambahkan, di antara negara-negara ASEAN, Indonesia telah menjadi pemimpin dalam forum regionla ini. Karena itu, jelasnya, kebijakan luar negeri Indonesia adalah kunci untuk kesuksesan strategi Indo-Pasifik Jepang. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya