Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
AGEN mata-mata Turki, mendeportasi enam anggota gerakan ulama Muslim, Fethullah Gulen, dari Kosovo, yang dituduh oleh pemerintah telah mengatur kudeta pada 2016.
Dalam operasi yang dilakukan antara Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) dan agen mata-mata Kosovo, enam anggota tinggi gerakan Gulen dibawa kembali ke rumah dengan pesawat pribadi.
Perdana Meneteri Kosovo Ramush Haradinaj mengatakan, dirinya tidak mendapat pemberitahuan apa-apa tentang penangkapan ilegal yang terjadi di negaranya tersebut.
"Hari ini, dalam operasi yang dilakukan oleh Badan Intelegence Kosovo, 6 warga Turki telah dideportasi. Saya sendiri, sebagai perdana menteri, tidak diberitahukan tentang operasi ini, oleh karena itu saya akan bertindak sesuai dengan persaingan legal dan konstitusional saya," jelasnya, seperti dikutip dalam akun twitternya, Kamis (29/3).
Para tersangka, yang gambar-gambarnya telah diterbitkan oleh kantor berita Turki, Anadolu, diduga bertanggung jawab atas kegiatan Balkan FETO, sebuah akronim yang digunakan Ankara untuk menggambarkan gerakan itu, dan diduga menyusup ke anggota kelompok itu ke Eropa dan Amerika Serikat.
"Ada dasar hukum yang cukup untuk pencabutan izin tinggal bagi orang orang yang bersangkutan di wilayah Republik Kosovo, karena keadaan keamanan negara," ujar Kementerian Dalam Negeri Kosovo dalam sebuah siaran pers.
Adapun, pihak berwenang di Kosovo mengidentifikasikan mereka yang dideportasi sebagai guru dari sebuah sekolah Gulen. Detail konkret tentang alasan mengapa guru tersebut ditangkap tidak diberikan.
Keluarga mengatakan, kepala sekolah dan guru-guru Mehmet Akif College di Pristina ditangkap pagi-pagi ketika pergi bekerja.
Media melaporkan bahwa satu-satunya pembenaran untuk penangkapan itu adalah dugaan kaitan sekolah mereka dengan Gulen, yang dinyatakan oleh Presiden Turki Recep Tayip Erdogan sebagai musuh terbesar Turki.
Adem Vokshi, pengacara yang ditangkap sebelumnya mengatakan dia tidak dapat menemui para terdakwanya karena polisi tidak memberikan rincian apapun mengenai operasi tersebut, dan mengatakan itu sedang berlangsung.
"Ini telah memberi kami banyak perhatian dan kami menduga mereka berencana untuk mendeportasi mereka tanpa proses pengadilan biasa. Secara hukum, ini seharusnya tidak terjadi." (AFP/A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved