Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Uni Eropa akan Bahas Kasus Skripal

Irene Harty
17/3/2018 10:18
Uni Eropa akan Bahas Kasus Skripal
(AFP)

PARA pemimpin Uni Eropa (UE) akan membahas serangan terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris, Sergei Skripal pada pertemuan puncak Brussels pekan depan.

Presiden Uni Eropa, Donald Tusk mengatakan bahwa blok tersebut akan mengirim sebuah 'pesan yang jelas'.

Keputusan untuk menambahkan kasus Sergei Skripal ke agenda puncak pada 22 Maret adalah bentuk solidaritas kepada pemerintah Perdana Menteri Inggris, Theresa May meskipun terjadi Brexit.

Tusk, yang akan menjadi tuan rumah KTT sebagai kepala Dewan Eropa, mengatakan di Twitter telah menelepon May pada Jumat (16/3) untuk menyiapkan pesan jelas UE untuk #SalisburyAttack.

"Skripal akan dibahas Kamis malam minggu depan. Pada tahap ini, saya mengharapkan kesimpulan puncak mengenai hal itu," kata seorang sumber diplomatik Eropa.

Sumber itu memperkirakan Uni Eropa akan mengadopsi 'tindakan serupa' dengan London tapi dia memperingatkan memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia akan lebih sulit.

Uni Eropa telah memiliki sanksi ekonomi yang meluas di Rusia atas konflik di Ukraina, memberlakukan larangan bepergian, dan pembekuan aset pada belasan orang.

"Tindakan yang lebih kuat akan memerlukan bukti tanggung jawab Rusia," kata sumber tersebut.

Para pemimpin Barat telah sangat mendukung Inggris setelah serangan tersebut dan mendukung klaim Rusia 'bersalah'.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang langka pada Kamis (15/3), para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan AS (Amerika Serikat) mengecam serangan tersebut sebagai 'serangan terhadap kedaulatan Inggris'. (AFP/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Victor Nababan
Berita Lainnya