Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Antisipasi Ancaman Korut, Jepang Siagakan Antimisil Canggih

Jonggi Manihuruk
07/2/2018 17:05
Antisipasi Ancaman Korut, Jepang Siagakan Antimisil Canggih
(Foto : Istimewa. Hiroki Ichikawa Deputy Director Strategic Planning Division Bureau of Defense Policy Kementerian Pertahanan Jepang)

JEPANG menyiagakan sistem antimisil canggih untuk mencegat rudal balistik lawan yang menyasar negeri itu. Hal tersebut dilakukan menyusul eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea.

Deputy Director Strategic Planning Division Bureau of Defense Policy Kementerian Pertahanan Jepang, Hiroki Ichikawa, mengungkapkan hal itu saat memberikan paparan bertajuk Missile Defense Against North Korea di Kantor Kementerian Pertahanan Jepang, seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Jonggi Manihuruk dari Tokyo, Jepang, Selasa (6/7).

Dia menegaskan pemerintah Jepang akan melakukan apapun untuk melindungi warga dan properti mereka. "Jepang harus siap menghadapi situasi terburuk terutama ancaman dari Korea Utara (Korut)," kata Ichikawa.

Dalam merespons ancaman serangan rudal balistik Korut, Jepang bekerja sama dengan Amerika Serikat membangun sistem antimisil yang mampu menghancurkan rudal balistik lawan saat masih meluncur jauh di atas permukaan tanah. Pada 19 Desember 2017, pemerintah Jepang secara resmi memperkenalkan dua unit sistem antimisil terbaru mereka, yakni Aegis Ashore (AA).

"Kami sudah melakukan uji coba dan tingkat akurasinya sangat baik. Sistem antimisil kami mampu menghancurkan rudal balistik lawan saat masih berada di luar atmosfir," terangnya.

Sistem antimisil AA selalu dalam kondisi siaga dan dapat dioperasikan sewaktu-waktu. Antimisil canggih itu saat ini dikendalikan oleh pasukan bela diri darat Jepang.

Secara garis besar, sistem antimisil Jepang dibagi dalam dua bagian, yaitu Aegis Ballistic Missile Defence (BMD) Destroyer dan Patriot PAC-3.

Saat ini, Negeri Sakura itu memiliki 4 Aegis BMD Destroyer, 17 Patriot PAC-3 dan 11 radar pendukung. Aegis BMD mampu mencegat dan menghancurkan rudal balistik lawan saat masih berada di luar atmosfir.

Aegis BMD, kata Ichikawa, meluncurkan misil pencegat SM-3 dari atas kapal laut. Proses kerjanya ialah, radar pada Aegis BMD mendeteksi rudal balistik yang diluncurkan lawan. Kemudian misil lawan dicegat dan dihancurkan oleh rudal SM-3.

"Tiga kapal Kongo-class yang terpasang sistem antimisil Aegis BMD disiagakan untuk mempertahankan teritorial Jepang dari serangan rudal balistik," terangnya.

Sementara itu, sistem antimisil Patriot PAC-3 mampu mencegat dan menghancurkan rudal balistik lawan ketika berada di dalam atmosfir. Satu unit Patriot PAC-3 dapat mengamankan wilayah dengan radius 10 kilometer. Sistem antimisil Patriot yang diangkut truk khusus memiliki keunggulan karena dapat dimobilisasi dengan cepat.

Misil Korut

Di tempat terpisah, Guru Besar National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Narushige Michishita atau biasa disapa Michi, mengungkapkan Korut saat ini memiliki lebih dari 200 rudal balistik No Dong dengan 50 peluncur bergerak. Rudal tersebut mampu menjangkau sasaran hingga sejauh 1.300 kilometer. Hal itu berarti Tokyo masuk dalam area jangkauan tembak rudal No Dong.

"Dalam waktu 10 menit rudal itu bisa menghantam Tokyo," kata Michi.

Dia melanjutkan, pada akhir 2016, Korut diperkirakan memiliki material-material yang cukup untuk membuat sebanyak 13 hingga 30 senjata nuklir. Pada tahun itu, negara komunis tersebut telah melakukan dua kali uji coba senjata nuklir.

"Sejak 2006, Korea Utara sudah enam kali melakukan uji coba senjata nuklir. Uji coba pertama pada Oktober 2006, kekuatan ledakannya sekitar satu kiloton. Di uji coba terakhir pada September 2017, kekuatan ledakannya sangat dahsyat mencapai 160 kiloton," ungkapnya.

Dari kajian terhadap pengembangan rudal balistik dan nuklir yang dilakukan Korut, guru besar GRIPS itu mengatakan negara tersebut sewaktu-waktu bisa menyerang Jepang dengan senjata nuklir.

"Masyarakat Jepang tidak menginginkan perang. Tapi kami harus realistis karena serangan terhadap negara kami bisa terjadi kapan saja," tukasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya