Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Hartawan Saudi Pangeran Alwaleed Dibebaskan Dari Tahanan

MICOM
27/1/2018 21:01
Hartawan Saudi Pangeran Alwaleed Dibebaskan Dari Tahanan
(AFP/ISHARA S. KODIKARA)

HARTAWAN Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal dibebaskan dari penahanan pada Sabtu (27/1) setelah lebih dari dua bulan ditahan. Penahanan Alwaleed merupakan upaya dari kerajaan dalam penanganan kasus-kasus korupsi di negara petrodolar itu.

Pembebasannya terjadi beberapa jam setelah ia mengatakan kepada Reuters dalam wawancara di Hotel Ritz-Carlton, Riyadh, bahwa ia bersih dari
perbuatan salah dan dibebaskan dalam beberapa hari.

Belum diketahui jelas mengenai alasan pembebasannya dan pejabat Saudi belum dapat dimintai tanggapan.

Tetapi, keputusan untuk membebaskannya, dan pembebasan beberapa taipan
terkenal lain pada Jumat (25/1), mengesankan bagian utama penyelidikan korupsi membuat tenang setelah membuat kaget di kalangan kelompok mapan di sektor bisnis dan politik Saudi.

"Dia sudah tiba di rumah," kata sumber di keluarga Pangeran Alwaleed kepada
Reuters.

Pangeran Alwaleed dikurung di Ritz-Carlton sejak awal November, bersama puluhan pejabat senior dan pengusaha lainnya, bagian dari rencana Putera Mahkota Mohammed bin Salman untuk mereformasi Arab Saudi sebagai adi daya minyak dan mengonsolidasikan kekuasaannya.

Pada awal pekan ini, Kejaksaan Agung mengatakan 90 orang yang ditahan dibebaskan setelah dakwaan terhadap mereka dibatalkan, sementara yang lainnya telah membayar uang tunai, real estate dan aset-aset lainnya bagi pembebasannya. Pihak berwenang masih menahan 95 orang, kata dia.

Sebagian diadili.
Pada Jumat, sebuah sumber resmi Saudi mengatakan beberapa pengusaha
terkenal telah mencapai penyelesaian finansial dengan pihak berwenang,
termasuk Waleed al-Ibarahim, pemilik jejaring televisi regional MBC, yang
dibebaskan. Belum diketahui alasan mengapa dia dibebaskan.

Pihak berwenang Saudi mengatakan akan memperoleh dana US$100 miliar untuk pemerintah melalui penyelesaian dengan cara tersebut. Hal itu bisa menjadi sumber pemasukan bagi negara, yang keuangannya bermasalah akibat harga minyak dunia yang anjlok.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya