Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

HAMAS Serukan Strategi Baru Setelah Pengakuan Sepihak Trump Soal Jerusalem

MICOM
24/1/2018 15:16
HAMAS Serukan Strategi Baru Setelah Pengakuan Sepihak Trump Soal Jerusalem
(AFP)

GERAKAN Perlawanan Islam (HAMAS) menyerukan diadakannya konferensi nasional Palestina guna membahas strategi baru Palestina. Langkah nyata itu perlu segera diambil setelah Amerika Serikat yang selama ini menjadi penengah konflik Israel-Palestina dengan terang-terangan secara sepihak melalui Presiden Donald Trump menyatakan Jerusalem sebagai ibukota negara zionis Israel.

Pemimpin HAMAS Ismail Haniyeh menekankan di dalam pidato televisi perlunya
bagi strategi baru yang menangani pengumuman AS dan Israel dengan tujuan
membicarakan masalah Palestina.

"Kami siap pergi ke ibu kota mana pun untuk ikut dalam konferensi semacam itu, terutama di Ibu Kota Mesir, Kairo, sebagai penaja perujukan Palestina," tambah Haniyeh.

Ia mengatakan kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence di Israel saat ini dan menyampaikan Knesset (Parlemen Israel) Senin (22/1) "membuktikan Amerika Serikat memiliki persekutuan strategis dengan Zionis".

Amerika Serikat sudah jelas-jelas "tidak mempedulikan kepentingan dan ketentuan bangsa Arab dan umat Muslim", tambah Haniyeh.

Ia menuduh Pemerintah AS membidik "prinsip-prinsip masalah Palestina" dengan mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memangkas dana buat
UNRWA, yang dibentuk pada 1949 sebagai lembaga bantuan dan pembangunan manusia buat pengungsi Palestina dan keturunan mereka.

Haniyeh memperingatkan, "Kondisi di Jalur Gaza sangat sulit." Sementara itu, kantor berita resmi Jordania melaporkan Jordania dan Palestina pada Selasa (23/1) menekankan komitmen mereka bagi penyelesaian dua-negara yang
mengarah kepada berdirinya Negara Palestina Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya.

Janji tersebut disampaikan dalam satu pertemuan antara Menteri Luar Negeri Jordania Ayman Sagadi dan Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat.

Safadi menjelaskan kepada Erekat mengenai pertemuan antara Raja Jordania Abdullah II dan Wakil Presiden AS Mike Pence dan upaya yang dilancarkan guna menyelesaikan konflik Palestina-Israel dengan dasar penyelesaian dua-negara.

Pada gilirannya Erekat mengatakan PLO sangat menghargai dukungan Jordania
buat rakyat Palestina dan hak sah mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pence mengunjungi Jordania Ahad (21/1) dan bertemu dengan Raja Abdullah II.

Pejabat senior AS tersebut mengatakan negaranya "berkomitmen pada penyelesaian dua-negara jika itu disepakati oleh Israel dan Palestina".(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya