Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Dampak AS Shutdown Mulai Terlihat

Irene Harty
22/1/2018 22:15
Dampak AS Shutdown Mulai Terlihat
(AFP/ Mark Wilson)

RATUSAN ribu pegawai federal Amerika Serikat (AS) mulai tinggal di rumah tanpa bayaran pada Senin (22/1) setelah anggota parlemen gagal mencapai kesepakatan untuk anggaran demi kelangsungan operasional pemerintahan pada Jumat (19/1).

Meskipun layanan federal penting dan aktivitas militer berlanjut tapi pasukan aktif tidak akan dibayar sampai kesepakatan membuka kembali pemerintah AS tercapai. Ada empat penutupan pemerintah (government shutdown) sejak 1990 hingga yang terakhir, lebih dari 800.000 pegawai pemerintah mendapat cuti sementara.

"Kami hanya bertahan, kami hanya harus menunggu dan melihat. Ini menakutkan," tutur Noelle Joll, 50, pegawai pemerintah AS yang tidak terdaftar.

Penutupan juga dirasakan oleh Sekretaris Pertama Penerangan KBRI Washington DC, Muhammad Al Aula yang mengaku telah mendengar berita bahwa staf nonesensial diliburkan.

"Kemarin saat weekend beberapa fasilitas pemerintah seperti museum tutup. Kantor Imigrasi yang kemarin seharusnya hadir dalam pameran wisata di DC juga tutup," ungkapnya kepada Media Indonesia, Senin (22/1) malam.

Namun mengingat penutupan baru berlangsung pada hari pertama kerja dia mengaku belum dapat melihat dan merasakan langsung akibat dari penutupan. "Untuk lebih detail baru dapat kita rasakan pagi atau siang ini," tambahnya.

Sementara itu, Pemimpin Partai Republik, Presiden AS Donald Trump dan Demokrat menyatakan kemajuan telah dicapai pada akhir pekan lalu, mereka mendorong kembali pemungutan suara pada pukul 01:00 pagi (06:00 GMT) atau sekitar 11 jam lagi.

Hal itu seiring dengan pernyataan Ketua Senat Mitch McConnell pada Sabtu (20/1) malam yang dilanjutkan dengan pidato untuk menanggapi masalah kunci seperti reformasi imigrasi di majelis pada Minggu (21/1) malam.

Sebelumnya Trump juga mendorong para pemimpin Republik di Senat untuk meminta 'pilihan nuklir', cara sederhana agar anggaran berjalan oleh mayoritas sederhana dari 51 suara untuk mengakhiri penutupan.

Namun langkah itu diwaspadai pemimpin Senat mengingat langkah semacam itu dapat kembali menghantui mereka saat pihak lain memegang mayoritas.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders mengungkapkan Trump telah berbicara dengan McConnell dan Senat mayoritas Whip John Cornyn. Direktur Urusan Legislatif Gedung Putih, Marc Short juga telah menghubungi anggota partai Demokrat dan Republik.

"Kami terus bekerja keras untuk membuka kembali pemerintahan," kata Sanders. (AFP/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya