Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

18 Orang Tewas Dalam Serangan di Satu Hotel di Kabul

MICOM
22/1/2018 08:21
18 Orang Tewas Dalam Serangan di Satu Hotel di Kabul
(AFP/WAKIL KOHSAR)

SEDIKITNYA 18 orang tewas, termasuk 14 warga negara asing, dalam satu serangan mematikan terhadap Hotel Intercontinental di Ibu Kota Afghanistan, Kabul.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menjelaskan lima penyerang juga tewas setelah baku-tembak dengan pasukan keamanan Afghanistan. Pihak keamanan bergerak dan mengepung selama 12 jam setelah serangan pada Sabtu (20/1) malam.

Juru Bicara Najib Danish mengatakan kepada stasiun televisi Tolo News bahwa di antara mereka yang tewas terdapat empat warga negara Afghanistan dan 14 orang asing.

Kam Air, perusahaan penerbangan lokal, sebelumnya menyatakan 11 di antara staf asingnya tewas dalam serangan terhadap hotel tersebut --yang diklaim oleh Taliban. Perusahaan penerbangan itu menambahkan beberapa staf lokalnya juga termasuk di antara korban tewas.

Pengepungan dimulai pada Sabtu malam, setelah lima pembom bunuh diri Taliban menyerbu hotel mewah enam-lantai di kota tersebut. Sebanyak 12 orang juga cedera dalam serangan itu.

Kelompok gerilyawan Taliban telah mengaku bertanggung-jawab atas serangan tersebut.

Mesir mengutuk serangan mematikan terhadap Hotel Intercontinental di Kabul. "Rakyat dan pemerintah Mesir menyampaikan solidaritas mereka di Afghanistan dalam menghadapi terorisme," kata Kementerian Luar Negeri Mesir di dalam satu pernyataan.

Mesir juga telah menderita akibat meningkatnya gelombang aksi teror sehingga menewaskan ratusan polisi dan tentara, serta warga sipil, sejak militer menggulingkan presiden Mohammed Moursi dari kubu Islam pada Juli 2013, sebagai reaksi atas protes massal.

Pemerintah pasca-Moursi mengumumkan perang anti-teror yang dipimpin oleh mantan kepala staf Angkatan Darat dan Presiden saat ini Abdel-Fattah As-Sisi. Kebanyakan serangan teror di Mesir diklaim oleh kelompok gerilyawan yang berpusat di Sinai dan berafiliasi kepada kelompok gerilyawan lokal IS.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya