Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Israel Semakin Cengkeram Pendudukannya Di Jerusalem

Irene Harty
02/1/2018 17:45
Israel Semakin Cengkeram Pendudukannya Di Jerusalem
(AFP PHOTO / GULSHAN KHAN)

SUNGGUH semakin tragis nasib Palestina. Parlemen Israel pada Selasa (2/1) menyetujui rancangan undang-undang yang pada akhir inisitaif pemerintah Jerman yang menyatakan bagian Palestina dalam kesepakatan damai di masa depan semakin sulit diperoleh.

RUU yang disetujui oleh 51 dari 64 suara, menjadi pukulan terakhir atas harapan solusi dua negara atas konflik Israel-Palestina.

Ketentuan tersebut diformulasikan oleh Shuli Moalem-Refaeli dari partai kanan Jewish Home yang muncul beberapa minggu setelah keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Hal itu menentukan setiap pembebasan tanah yang diakui Israel menjadi bagian dari Jerusalem akan memerlukan suara mayoritas dua pertiga di parlemen atau cukup 80 dari 120 anggota Knesset.

Itu juga memungkinkan perubahan definisi kota Jerusalem dengan sektor-sektor yang dapat dinyatakan sebagai entitas yang terpisah, menurut pernyataan parlemen.

Politisi sayap kanan Israel telah berbicara secara sepihak dan memecah wilayah Palestina yang sangat banyak warganya dalam upaya untuk meningkatkan mayoritas Yahudi.

"Kami telah memastikan kesatuan Jerusalem yakni Bukit Zaitun, Kota Tua dan Kota Daud akan selamanya menjadi milik kita," kata Menteri Pendidikan Israel, Naftali Bennett lewat Twitter.

Dov Henin dari Arab Joint List juga berpendapat undang-undang baru itu ialah hukum untuk mencegah perdamaian.

"Tanpa kesepakatan tentang Jerusalem tidak akan ada kedamaian. Hukum berarti bahwa akan terjadi pertumpahan darah," tuturnya.

Pada hari yang sama, pesawat Israel menyerang pangkalan Hamas di Gaza sebagai tanggapan atas roket yang diarahkan ke Israel selatan. Baca juga: Tank dan Pesawat Tempur Israel Kembali Mebombardir Gaza

Sumber keamanan Palestina mengatakan serangan terjadi di Khan Younes di selatan dan Deir al-Balah di Gaza tengah, menyebabkan kerusakan namun tidak ada korban jiwa.

Pada Senin (1/1) malam, sebuah roket menghantam sebuah kota di Israel selatan, tidak menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.

Gerilyawan Palestina di Gaza telah menembakkan 18 roket atau mortir ke negara zionis Israel itu sejak pengakuan kontroversial Trump yang mana enam di antaranya dicegat oleh sistem pertahanan Iron Dome.

"IDF menganggap Hamas bertanggung jawab atas peristiwa di Jalur Gaza," kata pernyataan tentara merujuk pada Pasukan Pertahanan Israel.

Namun Kepala Staf Militer Letnan Jenderal Gadi Eisenkot mengungkapkan Israel tidak tertarik pada eskalasi lebih lanjut.

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman mengatakan perang di Gaza akan melawan kepentingan Israel. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya