Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH analis Timur Tengah, peneliti Palestina, dan perwakilan dari MER-C, UNCHR, dan Amnesty International membedah krisis kemanusiaan di Yaman dan Palestina dalam acara bertajuk Refleksi Akhir Tahun: Tragedi Kemanusiaan di Palestina dan Yaman.
Para panelis menggarisbawahi sepanjang 2017, dunia menyaksikan sejumlah tragedi kemanusiaan di kawasan itu, di antaranya krisis kemanusiaan di Yaman dan penjajahan Israel atas Palestina selama nyaris 70 tahun.
Raafi Nurkarim Ardikoesoema, perwakilan Amnesty International, mengatakan Arab Saudi sebagai kekuatan utama di kawasan yang diharapkan menjadi penengah konflik di Timur Tengah tidak bisa diandalkan. Riyadh menjadi aktor agresor di Yaman dengan dalih menyelamatkan pemerintahan sah yang diakui masyarakat internasional.
Terhadap Palestina, negara-negara tetangga kurang berperan dalam mengadvokasi penegakan hak asasi manusia secara ketat di Palestina.
"Korban yang ditimbulkan mayoritas sipil, baik di Palestina maupun Yaman," ujar Raafi dalam paparannya di Jakarta, kemarin.
Israel, kata dia, melakukan berbagai pelanggaran HAM pada masyarakat sipil Palestina. Rezim Zionis Yahudi membatasi akses air rakyat Palestina meskipun itu sekadar air hujan.
"IDF (tentara Israel) mengancurkan embung-embung milik warga Palestina ketika mengecek rumah-rumah mereka," kata dia.
Mengacu pada krisis kemanusiaan yang sangat buruk itu, ia mengimbau semua pihak untuk mendorong pemerintah agar memberi dorongan kepada negara lain menghentikan hal tersebut. "Kita tahu bahwa HAM merupakan milik semua manusia.
"Muhammad Isa dari Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan skala krisis kemanusiaan di Yaman akibat serangan militer dan blokade yang dilakukan koalisi pimpinan Arab Saudi sangat besar.
Data terbaru, ia menambahkan, menunjukkan dari 25 juta penduduk Yaman, 22 juta lebih membutuhkan bantuan kemanusiaan. Selain itu, 17,8 juta orang di negara termiskin di kawasan itu kekuarangan makanan dan minuman. "Dan 2 juta orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat dibom dan lain-lain," ungkap Isa.
Nurfitri Djaya Putri Moeslim (relawan MER-C yang pernah ke Gaza) mengatakan untuk membantu meringankan penderitaan warga kawasan itu, Indonesia telah mendirikan rumah sakit di Gaza dan menyusul di Yaman. (Hym/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved