Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Indonesia Mengutuk Sikap Guatemala Pindahkan Kedutaannya Ke Jerusalem

MICOM
27/12/2017 07:40
Indonesia Mengutuk Sikap Guatemala Pindahkan Kedutaannya Ke Jerusalem
(AFP/JACK GUEZ)

PEMERINTAH Indonesia mengutuk rencana Guatemala yang memindahkan kedutaannya di Tel Aviv ke Jerusalem, sebagai realisasi dukungannya terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengakui 'kota suci' Jerusalem milik dan sebagai Ibukota negara zionis Israel.

"Indonesia mengutuk keputusan Guatemala untuk memindahkan kedutaan besarnya ke
Jerusalem," demikian Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam akun Twitternya, Selasa (26/12) malam.

Keputusan negara Amerika Tengah, dalam pernyataan itu, itu tidak sesuai dengan hukum internasional mengenai status Jerusalem. "Mempertahankan resolusi internasional tentang status quo Jerusalem adalah penting untuk mencapai solusi dua negara di Palestina-Israel konflik."

Menurut laporan Reuters, Presiden Guatemala Jimmy Morales pada Minggu (25/12) mengatakan bahwa dirinya telah memberikan instruksi untuk memindahkan orang Amerika Tengah dari kedutaan di Israel ke Jerusalem, beberapa hari setelah pemerintahannya mendukung kebijakan Trump.

Dalam sebuah posting di akun Facebook Morales menegaskan bahwa dia
memutuskan untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (25/12) itu juga.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada awal Desember ini, Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, membalikkan dekade kebijakan AS dan mengecewakan dunia Arab dan Barat sekutu dekatnya.

Status Jerusalem adalah salah satu rintangan paling kuat untuk pencapaian kesepakatan damai antara Israel dan Palestina, yang menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Masyarakat internasional termasuk Indonesia tidak mengakui kedaulatan Israel yang mengkalim seluruh Jerusalem sebab di situ merupakan rumah atau tempat suci bagi agama Muslim, Yahudi, dan Kristen.

Pada Kamis (21/12), sebanyak 128 negara menentang kebijakan Trump itu dalam sidang majelis di sekretariat PBB yang menyerukan agar Amerika Serikat membatalkan pengakuannya atas Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Guatemala dan negara tetangga Honduras adalah dua dari 6 negara yang bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam memberikan suara menentang resolusi PBB tersebut.

Ada beberapa alasan atas sikap mereka bahwa Amerika Serikat merupakan sumber bantuan penting bagi Guatemala dan Honduras. Trump sebelumnya juga mengancam akan memotong bantuan keuangan ke negara-negara yang mendukung resolusi PBB.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya