Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TATO, dahulu kala, dihubungkan oleh banyak kalangan lekat dengan predikat penjahat atau pekerja seks di Tiongkok. Selama berabad-abad tato telah distigmatisasi seperti itu, namun pengaruh budaya selebriti yang semakin massif mengubah semua itu--terutama untuk perempuan.
Tidak ada tren yang lebih jelas daripada di Shanghai, kota paling kosmopolitan di ‘Negeri Tirai Bambu’ dan baru-baru ini dijuluki ‘Kota Tato Tiongkok’ oleh media-media di negara itu.
Seni merajah tubuh itu bagi perempuan telah lama tidak disukai di Tiongkok yang konservatif secara sosial. Namun belakangan ini studio-studio menjamur di seluruh kota berpenduduk 24 juta jiwa itu.
Zhuo Danting, 35, yang dikenal luas sebagai salah satu seniman tato top Tiongkok, telah menyaksikan langsung bagaimana industri ini meledak.
Tubuh Zhuo sendiri sekitar 70% dibalut tato dan dia telah mengoperasikan studio tato miliknya sendiri di Shanghai selama 11 tahun.
Terinspirasi oleh selebriti dan bintang olahraga, dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagian besar orang Tiongkok muda mulai memiliki tato, kata Zhuo di tokonya, Shanghai Tattoo.
"Pada awalnya, tentu saja, mereka (publik) memandang Anda dengan tatapan aneh, mereka ketakutan," ujar Zhuo, yang juga memiliki banyak tindikan dan rambut hijau yang dicat, mengatakan tentang reaksi yang dia dapatkan di jalan.
"Tapi sekarang ada banyak orang yang memiliki tato, ini semakin populer. Orang melihatnya di mana-mana sehingga mereka tidak melihatnya sebagai masalah besar," ia menambahkan tentang perubahan persepsi publik soal tato.
Zhuo, yang membuat tato pertamanya di usia 16 tahun dan telah menulari kedua orangtuanya, berasal dari Harbin, sebuah kota di Tiongkok yang jauh ke utara.
Ia mengaku ada pagelaran seni merajah tubuh yang tumbuh di sana juga. "Ada banyak perubahan. Sebelumnya, tidak banyak orang yang membuat tato. Mereka mengira orang dengan tato, orang itu pasti dipenjara atau Anda orang jahat,” kata dia.
"Sekarang (tato) ini hal dianggap keren, untuk mewakili diri Anda secara berbeda," imbuh Zhou.
Di masa kekaisaran, narapidana kadang-kadang ditato sebagai tanda pengingat seumur hidup tentang kejahatan mereka, dan tato kemudian digunakan oleh triad China untuk menandakan loyalitas geng.
Namun Zhuo mengatakan sikap terhadap perempuan dengan tato telah berubah dengan cepat dalam tiga tahun terakhir, dan orang Tiongkok semakin bereksperimen dengan seni merajah tubuh mereka.
Wang Qi, seorang perempuan perancang web, yang memakai jasa tato Zhuo, telah memiliki rajah di kaki kanannya. Rajah terbarunya adalah nama neneknya dalam aksara Tiongkok di bagian dalam pahanya.
"Sepuluh tahun yang lalu, hanya 10% orang yang bisa menerima perempuan yang melakukan hal ini. Tapi sekarang setidaknya 60 sampai 70% orang bisa," kata Wang. (AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved