Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Berperahu Mengelilingi Dunia dalam 42 Hari

18/12/2017 12:30
Berperahu Mengelilingi Dunia dalam 42 Hari
(AFP/DAMIEN MEYER)

WAJAH Francois Gabart tak henti menunjukkan raut semringah, kemarin.

Ia tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya setelah berhasil merampungkan perjalanan sulit dalam sebuah misi pelayaran solo mengelilingi dunia.

Yang membuat pelaut asal Prancis itu amat bahagia ialah ia memecahkan
rekor dunia untuk navigasi solo tercepat nonsetop pada usaha pertamanya.

Didorong keinginan untuk menemukan dunia dengan kecepatan penuh, sang pelaut menyelesaikan turnya dalam 42 hari 16 jam, lebih cepat 6 hari 10 jam daripada rekor sebelumnya.

"Pekerjaan seorang pelaut tidak lebih dari sekadar mengelola masalah dan
menghadapi kesulitan," kata Gabart, seorang insinyur perdagangan.

Catatan baru Gabart memang belum bisa diverifi kasi secara fi nal oleh World Sailing Speed Council, yang akan memeriksa data GPS kapal sebelum
mengonfirmasikan hasilnya.

Gabart memecahkan rekor yang dipegang rekan senegaranya, Thomas Coville,
tahun lalu, 49 hari 3 jam.

Ia menyelesaikan perjalanan tanpa henti sejak 4 November lalu.

Pemenang ajang Vendee Globe 2013 dan Route de Rhum 2014 itu telah berlayar selama 20 tahun.

"Dia suka menjadi pelopor, dia bukan orang pemula, melainkan seseorang
yang selalu ingin cepat menemukan sesuatu, untuk menunjukkan sesuatu
kepada dirinya dan orang lain," kata Christian Le Pape, yang telah mengenal Gabart selama 10 tahun.

"Saya tidak akan mengklasifikasikan dia sebagai seorang genius dalam hal kemudahan di kemudi, tetapi dia memiliki kemampuan untuk memproses informasi yang tidak biasa seperti Michel Desjoyeaux atau Armel Le Cleach," timpalnya.

Sejumlah besar simpatisan menyambut Gabart di Pelabuhan Brest, ditemani
ratusan kapal kecil.

Sang pelaut diarak ke darat oleh awak tempat ia merayakan dengan sebotol sampanye.

Pelaut berusia 34 tahun itu melintasi garis finis virtual antara Pulau Ushant di ujung barat laut Prancis dan Lizard Point di barat daya
Inggris pada pukul 01.45 GMT.

Beberapa saat sebelum melintasi garis finis, ayah dua anak itu mengirimkan sebuah video emosional yang menunjukkan laju perahunya
di monitor komputer.

"Titik biru ini adalah kita, garis merahnya adalah finis. Kita harus segera memotongnya, komputer bilang 30 detik," ujarnya sambil menyeka matanya.

"Saya bahagia dan bangga telah melakukan pelayaran indah ini di seluruh dunia," timpalnya di video tersebut.

Gabart menjadi pemegang gelar keempat untuk rekor dunia pelayaran solo tanpa henti. (AFP/Haufan Hasyim/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya