Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Bom Bunuh Diri Sasar Gereja

18/12/2017 11:25
Bom Bunuh Diri Sasar Gereja
(AP/ARSHAD BUTT)

SETIDAKNYA delapan orang tewas dan 21 lainnya terluka ketika dua pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah gereja di Pakistan, kemarin.

Serangan itu tepat sepekan sebelum Natal tiba.

"Korban yang tewas termasuk dua wanita. Sasaran pelaku ialah Gereja Methodist, di barat daya Quetta, Provinsi Balochistan," kata Kepala Polisi Balochistan, Moazzam Jah.

Dia menambahkan, selain korban tewas, ada lima orang lainnya mengalami luka yang serius.

Pihak berwenang menuturkan polisi dengan sigap menghentikan aksi pelaku.

Salah satu pelaku tersungkur ditembak polisi.

Namun, pelaku kedua dapat meloloskan diri dari kepungan petugas.

Dia kemudian meledakkan diri di pintu utama gereja.

"Polisi cepat bereaksi dan menghentikan penyerang masuk ke ruang utama," terang Jah kepada AFP.

Pendeta di Provinsi Balochistan, Sarfraz Bugti, menuturkan biasanya sekitar 250 jemaat menghadiri kebaktian di gereja itu setiap Minggu.

Namun, pada Minggu itu jumlah umat yang beribadat membengkak menjadi sekitar 400 orang karena berdekatan dengan perayaan Natal.

'Jangan sampai terjadi. Jika teroris berhasil menjalankan rencana mereka, lebih dari 400 kehidupan berharga akan dipertaruhkan', tulis Menteri Dalam Negeri dalam cicitannya di Twitter.

Berserakan

Melalui tayangan di televisi, masyarakat dapat melihat kondisi di dalam gereja pasca-pengeboman. Terlihat alat-alat musik dan bangku berserakan di lantai dan dalam kondisi rusak.

Di Pakistan, jumlah masyarakat yang memeluk agama Kristen terbilang rendah, yakni hanya 1,6% dari 200 juta penduduk.

Sejauh ini, mereka telah dihadapkan dengan sejumlah diskriminasi, seperti menerima gaji yang lebih sedikit serta menjadi korban tuduhan hukum dan gugatan palsu.

Bersamaan dengan agama minoritas lainnya, mereka selama bertahun-tahun menjadi sasaran kelompok militan Islam.

Seperti pada 2016, di Lahore terjadi serangan bom bunuh diri dahsyat.

Serangan terjadi saat umat Kristen merayakan Paskah.

Pelaku menyasar sebuah taman yang dipenuhi warga sehingga menewaskan lebih dari 70 orang termasuk anak-anak.

Faksi Jamaat ul Ahrar dari Taliban Pakistan mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Sampai saat ini, polisi dan tentara telah memerangi pemberontakan kelompok Islam radikal di Balochistan.

Balochistan, yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan, merupakan wilayah terbesar dari empat provinsi di negara itu. (*/I-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya