Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIRI Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal menilai pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai status Yerusalem sebagai Ibukota Israel kini mengembalikan perhatian dunia pada Palestina.
"Dalam beberapa tahun terakhir perhatian dunia kepada Palestina relatif menurun, penyebabnya perang melawan ISIS, kisruh demokrasi Timur Tengah, krisis migran, pemilu AS, Brexit, dan sebagainya," kata Dino, Kamis (14/12).
Bahkan AS yang menjadi penengah dalam konflik antara Palestina dan Israel tidak memberikan perhatian menyeluruh dalam masa akhir kepemimpinan Presiden Barack Obama, yang dinilai Dino tidak memprioritaskan aspek tersebut.
Munculnya pengakuan Presiden Trump atas status Yerusalem dan rencana pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke kota tersebut pun memunculkan banjir kecaman dari kalangan internasional. "Justru dari hal ini bisa jadi momen yang baik untuk mengembalikan perhatian internasional terhadap Palestina," kata Dino, mantan Duta Besar Indonesia untuk AS.
Sehingga, para pemimpin Muslim, Rabu (13/12) mengecam pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta dunia untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin lebih dari 50 negara berpenduduk Muslim di Istanbul, mengatakan langkah Amerika Serikat itu berarti bahwa Washington sudah kehilangan peranannya sebagai perantara dalam upaya mengakhiri konflik Israel-Palestina.
"Mulai dari sekarang, tidak bisa lagi bagi Amerika Serikat, yang sudah menyimpang, untuk menjadi perantara antara Israel dan Palestina, masa itu sudah berakhir," tegas Erdogan pada akhir konferensi tingkat tinggi, yang diikuti para pemimpin negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), seperti yang dikutip Reuters.
Sehubungan dengan masalah ini, pemerintah Indonesia telah menyampaikan enam poin penting dalam KTT Luar Biasa OKI tersebut, salah satunya mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.
"OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral tersebut dan 'Two State Solution' adalah satu-satunya solusi, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina," kata Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis.
Presiden tiba di Jakarta pada Kamis siang usai menghadiri KTT LB OKI yang diselenggarakan di Istanbul, Turki. Kepala Negara menyampaikan Indonesia juga mengajak semua negara yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat memindahkan perwakilannya ke Yerusalem.(Ant/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved