Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pertemuan OKI Diharapkan Hasilkan Resolusi

MICOM
13/12/2017 16:12
Pertemuan OKI Diharapkan Hasilkan Resolusi
(MI/Arya Manggala)

KONFERENSI Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTTLB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Rabu (13/12) di Istanbul Turki diharapkan menghasilkan komunike final dan resolusi.

"Paling tidak sampai Selasa siang, 'outcome' dokumen yang akan dihasilkan ada dua, satu dalam bentuk komunike final, kedua dalam bentuk resolusi," kata Menlu Retno Marsudi di Istanbul, Selasa (12/12) malam.

Ia menyebutkan hingga Selasa malam, negosiasi masih terus jalan sesuai dengan laporan Dirjen Multilateral Kemenlu yang melaporkan mengenai bentuk outcome KTT LB OKI itu.

"Komunike final adalah isinya 'political statement', 'political call', sementara resolusi sudah lebih rinci mengenai tindak lanjutnya," katanya.

Ia menyebutkan pada Senin (11/12), ia telah melakukan pembicaraan dengan Menlu Jordania dan Menlu Palestina mengenai persiapan KTTLB OKI. Kedua Menlu itu juga memberi informasi mengenai hasil dari pertemuan Liga Arab.

"Nah, untuk persiapan KTTLB OKI, kita sepakat untuk mengusulkan bahwa hasil dari KTT ini hendaknya mengirimkan pesan yang kuat mengenai posisi negara-negara OKI dan saat yang sama juga menunjukkan kesatuan sikap dari negara-negara OKI," ujarnya.

Pesan kuat tersebut adalah bahwa OKI tidak bisa menerima dan mengecam pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menurut dia, KTTLB OKI juga membahas mengenai tindak lanjut sebagai sesuatu yang bisa dijalankan. "Buat apa kita menghasilkan sesuatu yang kelihatannya sangat kuat pesannya tetapi sulit ditindaklanjuti," katanya.

"Karena itu, kita sepakat mengusulkan dan tadi sudah diusulkan bahwa hal-hal hal yang masuk dalam resolusi adalah hal-hal yang bisa diimplementasikan," imbuhnya.

Ia menyebutkan hal itu yang disepakati sampai saat ini. Ia masih menunggu hasil akhir dari negosiasi dan berharap tidak ada yang tersisa yang harus diambilalih para Menlu yang akan melakukan pertemuan pada Rabu mulai pukul 08.30 waktu setempat.

Ia menjelaskan terkait KTTLB OKI ada dua acara, satu pertemuan para Menkeu mulai 08.30 sampai 10.30 waktu setempat, kemudian pertemuan tingkat pemimpin mulai pukul 11.00 sampai 13.00 waktu setempat.

Retno menambahkan di sela KTTLB OKI, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain. "Kita belum bisa menyampaikan dengan kepala negara mana karena masih dalam penjajakan karena saat beliau bisa, kepala negara lain tidak bisa, kita
mengupayakan waktu yang pas," pungkasnya.

Tiba di Istambul

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Attaturk Istanbul Turki, Selasa sekitar pukul 21.54 waktu setempat atau Rabu (13/12) dini hari pukul 01.54 WIB.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan di Bandara Internasional Attaturk disambut antara lain oleh Duta Besar RI untuk Turki Wardana. Tampak mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo antara lain Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Staf Khusus Presiden Johan Budi SP.

Setelah istirahat sejenak di bandara, Presiden Jokowi dan rombongan menuju tempat menginap di salah satu hotel di Kota Istanbul. Menlu Retno Marsudi menyambut kedatangan Presiden Jokowi di tempat menginap.

Sebelumnya Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Istanbul Turki menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (12/12) pukul 11.05 WIB.

Di Istanbul, Presiden Jokowi akan menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mengenai Palestina pada Rabu (13/12). "Ini adalah kesempatan pertama bagi negara-negara OKI untuk secara bersama dan tegas menolak keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel," ucap Presiden dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Dalam KTT Luar Biasa tersebut Presiden akan menyampaikan penolakan rakyat Indonesia atas pengakuan sepihak Amerika Serikat. "Meminta negara-negara OKI untuk membulatkan suara dan persatuan guna membela Palestina serta menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan baik secara bersama maupun secara individu untuk membela Palestina," kata
Kepala Negara.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya