Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Difteria Bunuh Sembilan Pengungsi Rohingya Di Bangladesh

MICOM
13/12/2017 15:36
Difteria Bunuh Sembilan Pengungsi Rohingya Di Bangladesh
(Pengungsi Rohingya---AFP/K M ASAD)

PEMERINTAH Bangladesh meluncurkan program vaksinasi difteri bagi anak-anak Rohingya di lokasi pengungsian setelah munculnya wabah penyakit yang membunuh sembilan pengungsi dan menginfeksi lebih dari 700 orang.

Petugas kesehatan di Bangladesh mengatakan bahwa sebagian diketahui telah terserang wabah penyakit yang disebabkan oleh bakteri di kamp pengungsi Rohingya di tenggara Bangladesh.

Lebih dari 646.000 warga etnis Rohingya kini bermukim di kamp-kamp pengungsian, setelah mereka melarikan diri dari kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan tentara Myanmar dan diusir dari kampung halamannya dalam beberapa bulan terakhir.

"Sejauh ini sembilan orang telah meninggal dalam dugaan wabah difteri," kata Meerzady Sabrina Flora, kepala Institut Epidemiologi, Pengendalian dan Penelitian Penyakit Bangladesh (IEDCR).

Departemen layanan kesehatan Bangladesh menyebutkan sekitar 700 pengungsi yang terinfeksi, sebanyak 104 dari mereka adalah anak-anak yang telah terjangkit penyakit difteri ini dalam 24 jam terakhir.

Pihak berwenang telah mendirikan dua unit isolasi di kamp-kamp pengungsian yang dipadati pengungsi itu, dimana kondisi mereka kekurangan tempat tinggal dan makanan yang memadai serts hanya ada sedikit akses ke layanan medis.

Difteri adalah penyakit pernafasan yang sangat menular yang bisa berakibat fatal jika tidak diobati, namun sesungguhnya penderita penyakit ini semakin langka dalam beberapa dekade terakhir karena tingginya tingkat vaksinasi.

Pihak berwenang Bangladesh mengatakan bahwa mereka telah mempersiapkan vaksin lain selain difteri di kamp-kamp pengungsi tersebut.

Sekadar tambahan informasi, pemerintah Indonesia saat ini juga tengah menggadakan vaksinisasi difteri secara di Tanah Air setelah beberapa anak ditemukan terjangkit penyakit ini dan di antaranya meninggal dunia.

Pemerintah dan badan-badan PBB sekarang memvaksinasi sekitar 250.000 anak-anak di bawah usia tujuh tahun yang tinggal di kamp-kamp pengungsi Rohingya dan permukiman sementara di dekat perbatasan dengan Myanmar.

"Kami bergerak cepat untuk mengendalikan wabah difteri ini sebelum tidak terkendali," kata Dr Navaratnasamy Paranietharan, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia untuk Bangladesh.

"Vaksin tersebut akan membantu melindungi setiap anak Rohingya di permukiman sementara ini agar tidak menjadi korban penyakit mematikan tersebut."(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya