Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA malam Pertemuan Puncak tentang Perubahan Iklim di Paris, Presiden Perancis Emmanuel Macron mengingatkan Presiden AS Donald Trump tentang 'tanggung jawab terhadap sejarah' terhadap iklim global. Hal itu dia lontarkan dalam sebuah wawancara dengan televisi CBS, setelah AS di bawah kepemimpinan Trump menyatakan keluar dari kesepakatan perubahan iklim di Paris.
Berbicara pada malam Konferensi One Planet, dua tahun ke depan sejak 195 negara mengadopsi rencana iklim, Macron menolak gagasan Trump yang mengatakan dapat menegosiasikan kesepakatan baru tentang iklim. Bahkan Presiden termuda Perancis ini menyindir Trump adalah pemimpin yang bertindak dilandasi manuver "agresif".
Presiden Prancis tersebut mengatakan: "Saya minta maaf untuk mengatakannya dan sangat menyesal, tapi saya pikir ini adalah tanggung jawab besar di depan sejarah, dan saya yakin bahwa teman saya Presiden Trump akan berubah pikiran dalam beberapa bulan atau tahun mendatang, saya harap. "
Dia menambahkan kepuusan sepihak tersebut 'sangat agresif' dan tidak ada cara untuk mendorong orang lain melakukan negosiasi ulang karena orang tersebut memutuskan untuk meninggalkan lantai.
"Saya belum siap untuk melakukan negosiasi ulang tapi saya siap menyambutnya jika dia memutuskan untuk kembali."
Ketika ditanya tentang hubungannya dengan presiden AS, Macron mengatakan bahwa mereka tidak ada masalah dan memiliki kontak langsung. Namun Macron menambahkan bahwa dia telah berterus terang tentang penentangannya terhadap Washington yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.
Dua tahun dari Perjanjian Paris, Macron akan bertemu dengan para pemimpin dunia pada hari ini, Selasa (12/12) untuk membicarakan masalah finansial sebagai dukungan untuk menekan meningkatnya pemanasan global.
"Tanpa triliunan dolar investasi dalam energi bersih, tujuan pakta untuk menjaga pemanasan global di bawah dua derajat Celcius (3,6 derajat Fahrenheit) di tingkat pra-industri akan tetap menjadi perpanjangan gelombang," ujar para pengamat dan peserta pertemuan puncak yang telah memperingatkan hal itu.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved